Krenyes Gurih Pedas Belalang Goreng, Mau Cicip?

Enggran Eko Budianto - detikFood Kamis, 21 Feb 2019 16:38 WIB
Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Mojokerto - Belalang memang hama tanaman. Namun, di Mojokerto belalang diolah menjadi camilan yang lezat. Camilan belalang rupanya menjadi bisnis yang cukup menggiurkan.

Belalang seperti halanya serangga lainnya kini menjadi sumber protein masa depan. Ini karena budidaya serangga sangat ramah lingkungan dan tak perlu banyak energi. Banyak negara maju yang sudah mengolah serangga menjadi makanan seperti burger dan biskuit.

Fatmawati (34), warga Dusun Suru Lor, Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto merintis usaha pengolahan belalang. Ibu tiga anak ini mengaku sudah 4 tahun menggeluti bisnis camilan belalang.
Krenyes Gurih Pedas Belalang Goreng, Mau Cicip?Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom

Baca juga : Mau Cicip Nugget Belalang yang Gurih Kaya Protein?

Bisnis ini terinspirasi kesukaannya terhadap belalang goreng sejak dia kecil. Sang ibu, Sutik (65) kerap membuatkanya oseng-oseng belalang.

"Kebetulan suami doyan belalang goreng, lalu saya coba-coba jual melalui media sosial," kata istri Andi Setiawan (35) ini saat berbincang dengan detikcom di rumahnya, Kamis (21/2/2019).

Tak sembarang belalang bisa diolah menjadi camilan. Menurut Fatmawati, belalang yang dia olah hanya jenis Kayu dan Pari. Pasokan belalang hidup dia dapatkan dari para pemburu di Desa Sooko, Kecamatan Wringinanom, Gresik.
Krenyes Gurih Pedas Belalang Goreng, Mau Cicip?Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom

"Saya punya tujuh pemburu belalang yang sudah jadi langganan saya. Biasanya saya beli Rp 120 ribu per kilogramnya," ujarnya.

Untuk mengolah belalang menjadi camilan yang gurih ternyata cukup mudah. Belalang yang masih hidup lebih dulu dibersihkan kotoran dalam perut, kaki bagian belakang dan sayapnya.

Lalu belalang-belalang itu dicuci dengan air sampai bersih. Selanjutnya belalang digoreng menggunakan api kecil selama 15 menit sampai benar-benar kering. Belalang goreng tinggal dicampur dengan bumbu yang tingkat kepedasannya sesuai selera.

"Bumbunya saya pakai bawang merah, bawang putih, garam, kemiri dan cabai rawit," terang Fatmawati.

Camilan belalang buatan Fatmawati yang terkenal gurih dan pedas kini semakin banyak diminati. Pemasaran melalui media sosial membuat pesanannya datang dari Palangkaraya, Batam, dan Bali. Sementara di Jatim, pesanan datang dari Jember, Malang, Sidoarjo, Surabaya, Lamongan dan Mojokerto sendiri.

Setiap harinya, dia mengaku minimal harus membuat 4 Kg belalang goreng untuk memenuhi pesanan para pelanggan. Saat pesanan sedang ramai, wanita berhijab ini bisa membuat 8 Kg belalang goreng.
Krenyes Gurih Pedas Belalang Goreng, Mau Cicip?Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom

Akibat sulitnya mencari belalang, harga camilan langka ini cukup mahal. Fatmawati membandrolnya Rp 280.000 per kilogram. Sementara belalang mentah siap goreng dia jual Rp 165.000 per kilogram.

Baca juga : Kriuk! Gurih Renyah Jangkrik Goreng Rasa BBQ

"Rata-rata keuntungan saya Rp 400 ribu sehari. Kalau pas ramai pesanan bisa sampai Rp 1,3 juta," ungkapnya.

Gurihnya camilan belalang buatan Fatmawati diakui para tetangganya. Seperti yang dikatakan Tini (31), warga Dusun Suru Lor yang setiap hari membeli camilan belalang di rumah Fatmawati. Menurut dia, rasa belalang goreng mirip dengan udang.

"Yang membuat saya suka bumbunya enak, pedas dan gurih. Sehingga setiap hari saya beli untuk camilan juga untuk lauk makan," tandasnya. [] (dvs/odi)