6 Sajian Sarapan Enak dari Kota Kelahiran Jokowi dan Prabowo

Odilia Winneke Setiawati - detikFood Minggu, 17 Feb 2019 06:44 WIB
Foto: Instagram Foto: Instagram
Jakarta - Joko Widodo dari Solo dan Prabowo Soebianto dari Jakarta akan berdebat malam nanti. Di kota kelahiran kedua capres ini ada menu sarapan tradisional yang sedap.

Joko Widodo calon presiden nomor 1 berasal dari Solo, Jawa Temgah dan Prabowo Subianto calon presiden nomor 2 dari Jakarta. Di kedua kota ini setiap pagi masyarakatmya menikmati santapan tradisional yang sedap untuk sarapan.

Jenis sarapan populer khas Solo dan Jakarta juga banyak dijajakan di kota-kota lain di Indonesia. Selain citarasa tradisional, menu sarapan diracik segar, hangat dan harganya terjangkau. Mana menu sarapan favorit Anda?


6 Sajian Sarapan Enak dari Kota Kelahiran Jokowi dan PrabowoFoto: Istimewa
1. Nasi Liwet

Di kota Solo nasi liwet dijajakan pagi dan malam hari. Baik di pasar tradisional, warung atau rumah makan. Harganya juga terjangkau sekitar Rp 7.000 - Rp 10.000 seporsi.

Nasi komplet ini disajikan hangat di atas pincuk daun pisang. Nasi gurih disiram sambal goreng labu siam, opor ayam dan tahu serta disiram areh. Porsinya yang tak terlalu besar cukup mengenyangkan.

6 Sajian Sarapan Enak dari Kota Kelahiran Jokowi dan PrabowoFoto: Instagram

2. Pecel Ndeso
Racikan pecel dari beragam sayuran jadi menu sarapan sehat di berbagai daerah di Indonesia termasuk di Solo. Dijajakan di banyak tempat di Solo di pagi hari. Di pasar Gede dan beberapa pasar tradisional mudah ditemui penjaja pecel ini.

Yang membedakan dengan pecel daerah yang lain adalah bumbu atau sausnya. Tidak memakai kacang tanah goreng yang digerus halus tetapi memakai wijen hitam. Aroma dan rasanya jadi lebih gurih. Lauk pelengkap seperti tempe bacem, bakwan, telor dadar atau ceplok dan kerupuk gendar juga tersedia. Cukup merogoh kocek Rp 5.000 sudah bisa sarapan pecel ndeso ini.

6 Sajian Sarapan Enak dari Kota Kelahiran Jokowi dan PrabowoFoto: detikFood/iStock

3. Nasi Gudeg
Meski sama-sama gudeg, racikan gudeg di Solo punya ciri khas sendiri. Berbeda dengan gudeg Jogja yang cenderung kering dan manis rasanya. Gudeg Solo tidka terlalu kering dan rasanya tak terlalu manis.

Pejaja gudeg juga mudah ditemui di banyak warung dan penjaja yang mangkal di trotoar dan pasar tradisional. Racikannya terdiri dari nasi, gudeg, sambal goreng kerecek dan opor tahu, telur, atau ayam.

6 Sajian Sarapan Enak dari Kota Kelahiran Jokowi dan PrabowoFoto: Instagram

4. Nasi Ulam
Racikan nasi ini disebut mendapatkan pengaruh dari kuliner China. Di Jakarta sendiri ada dua jenis nasi ulam yang banyak dijajakan. Ada versi yang kering tetapi ada juga yang disiram kuah semur.

Nasinya berupa nasi putih yang diaduk dengan kacang tanah dan serundeng yang ditumbuk halus sehingga nasi terasa renyah, gurih dan wangi. Lauknya berupa bihun goreng, semur telur dan kentang, dadat telur dan irisan mentimun dan kemangi. Harag nasi ulam ini mulai Rp 10.000 dan bisa mencapai Rp 25.000 jika menambah lauk empal atau dendeng dan semur daging atau ayam.

6 Sajian Sarapan Enak dari Kota Kelahiran Jokowi dan PrabowoFoto: Instagram

5. Nasi Uduk Berawi
Sarapan populer di ibukota ini nyaris bertebaran di hampir semua sudut kota Jakarta. Berupa nasi gurih yang dimasak dengan santan dan beragam lauk.

Lauk minimalisnya berupa bihun goreng, orek tempe dan ditaburi bawang goreng. Semur jengkol, semur ayam, daging dan tahu bisa jadi pilihan lauk. Tak lupa dilengkapi dengan kerupuk dan sambal. Harganya mulai dari Rp 10.000.

6 Sajian Sarapan Enak dari Kota Kelahiran Jokowi dan PrabowoFoto: Instagram

6. Ketoprak
Kalau di Solo ketoprak berarti pertunjukan seni drama khas Jawa maka di Jakarta ketoprak merupakan menu sarapan enak. Biasa diajajakan di gerbak-gerobak keliling kampung atau mangkal di tempat strategis.

Racikannya sederhana. Berupa potongan ketupat diberi tahu goreng, bihun, tauge dan disiram bumbu kacang serta dikucuri kecap manis. Disajikan dengan kerupuk kanji. Dengan uang Rp 7.000 bisa mendapat sarapan ini. Kalau tambah telur harganya bisa mencapai Rp 10.000 - Rp. 12.000.

(odi/odi)