Berjualan Seblak, Yeni Bisa Raih Pendapatan Rp 2,5 Juta Tiap Hari

Anggi Muliawati - detikFood Minggu, 10 Feb 2019 06:36 WIB
Foto: Anggi Muliawati/detikcomi Foto: Anggi Muliawati/detikcomi
Bandung - Seblak merupakan makanan yang berbahan dasar kerupuk diolah dengan bumbu-bumbu gurih dan pedas. Makanan ini banyak penggemarnya.

Saat ini seblak sudah banyak dinikmati oleh masyarakat. Hal itu yang mendasari Yeni, pemilik Seblak Iyen untuk membuka usaha seblak. Seblak Iyen berdiri sejak 7 tahun lalu, tepatnya pada 2012. Berlokasi di Jalan Cilengkrang II No.28, Ujung Berung, Kota Bandung. Buka mulai pukul 10.00 sampai 17.00 WIB.

Pemilik seblak iyen, Yeni mengaku selama hampir 7 tahun ini berjualan seblak, ia sudah mengantongi omset penjualan sekitar 2,5 juta dalam sehari. "Paling besar pendapatan sehari itu sebesar 2,5 juta. Bahkan kalau pengunjungnya lebih ramai lagi, bisa lebih banyak keuntungannya," ujar Yeni saat ditemui detikcom, Jumat (8/2/2019).

Berjualan Seblak, Yeni Bisa Raih Pendapatan Rp 2.5 Tiap HariFoto: Anggi Muliawati/detikcomi
Yeni mengaku, meski seblaknya laris manis, ia tidak memiliki keinginan untuk membuka cabang di tempat lain. "Inginnya sih punya warung sendiri, yang tidak menyatu dengan rumah. Tapi, kalau untuk buka cabang sepertinya tidak, soalnya suka jadi beda rasa." ujarnya.

Yeni menjelaskan yang berbeda dari seblaknya dengan seblak yang lain yaitu dari kuah seblaknya karena terbuat dari kaldu ayam. "Kalau pendapat pengunjung sih, kuah seblaknya beda dari yang lain. Kaldu ayamnya sangat terasa sekali." ujarnya.

Dari kuahnya itulah yang membuat seblak Iyen sangat digemari oleh masyarakat. Meski tempatnya di pelosok, namun seblak Iyen tidak pernah sepi pengunjung.

Berjualan Seblak, Yeni Bisa Raih Pendapatan Rp 2.5 Tiap HariFoto: Anggi Muliawati/detikcomi

Seblak Iyen memiliki berbagai ragam topping, mulai dari tulang, telur, mie, somay, batagor, tahu, makaroni dan sebagainya. Hampir seluruh varian menu diminati oleh pengunjung. Namun ada satu menu yang paling menonjol, yaitu seblak tulang. Seblak tulang di sini berbeda dengan seblak tulang yang lain. Jika di tempat lain, seblak tulang hanya berupa tulang saja, sedangkan di iyen, seblak tulang masih terasa dagingnya.

Lalu untuk rasa pedasnya, tak perlu diragukan lagi. Satu sendok sambalnya pun sudah sangat terasa nendang. Tapi pembeli tetap bisa memilih sendiri ingin di level berapa pedasnya.

Untuk satu porsi seblak Iyen hanya dibanderol seharga Rp 8.000 tanpa dibatasi untuk memilih topping apa saja. Jika di tempat lain, Rp 8.000 hanya untuk 3 topping saja. Beda halnya dengan seblak Iyen ini. Tidak hanya bisa memilih 3 topping saja, tetapi juga bisa memilih semua topping.

(odi/odi)