Empuk Enak Roti dan Donat Buatan Warga Binaan Lapas Makassar

Ibnu Munsir - detikFood Minggu, 13 Jan 2019 10:05 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Makassar - Bakery ini punya roti dan donat yang empuk enak dengan harga terjangkau. Istimewanya semuanya dibuat oleh waga binaan lapas Makassar.

Roti dan donat diproduksi segar dan disajikan hangat oleh D'Laps Bakery milik Lapas Kelas 1 Makassar. Semuanya diproduksi para warga binaan dan telah dipasarkan di sejumlah tempat di Makassar.

Rasanya yang enak dengan beragam rasa menjadikan roti ini diminati para warga binaan dan masyarakat. Tak heran jika dalam sehari para warga binaan mampu memproduksi 1000 roti bagi masyarakat. Bahkan roti ini juga dipasarkan di sejumlah perusahaan dan kantor Pemerintah yang sudah menjadi langanan.


Empuk Enak Roti dan Donat Buatan Warga Binaan Lapas MakassarFoto: Ibnu Munsir/detikcom
"Alhmdullilah lancar semua, kami ada di sini tak menjadikan kami tak bisa berbuat apa, tapi ini kerja keras kami dan usaha yang kami lakukan sebagai warga binaan di Lapas Makassar," kata Jusman, ditemui di Lapas Kelas 1 Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Sabtu (12/1/2019).

Jusman berharap penantiannya menjalani hukuman d Lapas 1 Makassar tak sia-sia, ia berharap setelah lepas nantinya bisa kembali ke masyarakat dan berbuat yang lebih baik lagi. "Semoga bisa diterima kembali oleh masyarakat dan bisa berbuat baik lagi. Allah sudah atur rejeki kita semua," jelasnya.

Sementara itu, Kasi Bimbingan Kerja Lapas Kelas 1 Makassar, Darmansyah mengatakan yang dilakukan dengan membuat roti di Lapas Makassar sebagai bagian dari pembinaan kepribadian warga binaan dan mampu mengaplikasikan ke masyarakat.

"Bagian dari pembinaan kepribadian warga binaaan dengan melatih memiliki skil d ibidang roti, ketika nanti bebas ke luar dari Lapas, mereka mampu mengaplikasikanya atau mampu menerapkan di masyarakat," paparnya.

Empuk Enak Roti dan Donat Buatan Warga Binaan Lapas MakassarFoto: Ibnu Munsir/detikcom
Awalnya ide ini pembuatan roti ini dilakukan dengan memamfaatkan bagian ruang kosong di Lapas Makassar. Tak hanya asal roti, pihak lapas bahkan terlebih dahulu memberi pemahaman dan keterampilan khusus oleh ahli di bidang kue dan roti.

"Jadi awal mulanya ada lahan kosong kita ada semacam pembinaan kemadirian, kemudian disiapkan pelatih dan pembuat roti home industriy kami, kemudian diundang ke Lapas mengajarkan cara pembuatan rotinya," imbuhnya.

Untuk membuat roti, Lapas Kelas 1 Makassar mengerahkan 7 narapidana yang bekerja membuat dan mengaduk adonan hingga menjadi roti. Selain roti, para napi bahkan ikut membuat donat sesuai pesanan dan keinginan masyarakat. Bahkan donat dan roti ini juga akan ditawarkan di sejumlah warung kopi di Makassar.

"Jadi ini menyerap 7 warga binaan, produksi 1000 dengan lima varian rasa. Donat cokelat, keju, dan untuk hasil prodiksi ini kita jual di lapas dan dijual di instasi Pemerintah. Rencanya ke depan kami akan menjual di warkop. Harga eori per buah Rp 2000," terangnya.

(odi/odi)