41 Barista Kudus Adu Racik Kopi Muria Agar Berkualitas Internasional

Akrom Hazami - detikFood Senin, 05 Nov 2018 18:45 WIB
Foto: Akrom Hazami/dok. detikFood
Kudus - Sebanyak 41 barista adu meracik kopi khas Muria agar sesuai selera internasional. Ini karena kopi Muria dinilai punya potensi untuk maju dan lebih terkenal.

Puluhan barista tersebut ikut dalam Lomba Uji Cita Rasa Kopi Muria Robusta dan Talkshow 'Kopi Muria Menuju Dunia' di pameran produk pertanian di Balai Jagong Kudus, Senin (5/11/2018).

Catur Sulistiyanto, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus mengatakan ada 41 orang yang ikut dalam lomba ini. "Para peserta berasal dari Gebog dan Dawe," kata Catur di sela-sela acara.

41 Barista Kudus Adu Racik Kopi Muria Agar Berkualitas InternasionalFoto: Akrom Hazami/dok. detikFood

Catur mengatakan, lomba diadakan untuk mengetahui tingkat kualitas kopi Muria. Dasar ini diperlukan untuk memahami benar kualitas kopi Muria sebelum diapasarkan lebih luas.

"Sebab tingkat nasional sudah bicara soal grade. Yang grade itu yang memiliki kompeten," tambahnya. Karena itu, dalam lomba ini ada tiga juri Pati dan Semarang.

Kegiatan ini memang mendapat arahan bupati setempat untuk fokus mengembagkan kopi Muria. "Kegiatan ini sebagai langkah awal mengembangkan kopi Muria ke kelas dunia," kata dia.

Menurut Catur, tahun 2019 juga akan diadakan festival kopi sebagai bentuk pengembangan kegiatan ini. Sejauh ini, lanjut Catur, pihaknya akan ikut mengembangkan semaksimal mungkin kualitas kopi Muria. Selain itu pihaknya akan menyiapkan bibit unggul.

41 Barista Kudus Adu Racik Kopi Muria Agar Berkualitas InternasionalFoto: Akrom Hazami/dok. detikFood

"Di Kudus ada 615 hektare lahan kopi. Total petani kopi sekitar 150 orang. Dengan jenis kopi arabica ada di Semliro, namun kopi yang dominasi adalah robusta," pungkasnya.

Satu di antara dewan juri, Bagus Pristianto dari Java Legend Pati, mengatakan, dewan juri telah melakukan penilaian. Diantara penilaian yang dilakukan meliputi kualitas biji mentah, kepadatan, kadar air, warna, ukuran, hasil sangrai, dan protokol uji coba rasa sesuai standar internasioal, yakni standar Uganda.

"Kami telah lakukan penilaian sejak tiga hari lalu. Telah keluar 10 finalis yang di atas rata-rata," kata Bagus yang juga dari penggiat kopi, Java Legend Pati di lokasi.

Dia juga optimstis kopi Muria bisa menembus kancah dunia. Sebab, cukup banyak komunitas kopi yang aktif dan besarnya kepedulian pemerintah daerah setempat.

Bagus mengatakan, kopi Muria ke depan perlu diperbaiki agar kualitasnya lebih baik terutama dari segi pengelolaan pascapanen. "Saran dari kami perhatikan pascapanen petani. Kalau petani bersabar 2-3 minggu lagi, pasti jauh lebih baik," pungkasnya.

(adr/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com