5.000 Ayam Panggang Disajikan Dalam Tradisi Lebaran Ayam di Purworejo

Rinto Heksantoro - detikFood Senin, 22 Okt 2018 17:43 WIB
Foto: Rinto Heksantoro/detikcom Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Purworejo - Tak sekedar memamerkan dan makan ayam panggang bersama-sama. Tetapi tradisi ini menyatukan kembali keluarga di desa hingga berkumpul kembali dan bersilaturahmi.
Ribuan ayam panggang berjajar rapi pada puluhan ancak di sebuah desa di Purworejo, Jawa Tengah dalam tradisi merti desa yang sudah berumur ratusan tahun. Bahkan, warga yang telah merantau keluar kota menyempatkan untuk mudik demi merayakan tradisi yang sering disebut sebagai lebaran ayam tersebut.
5.000 Ayam Panggang Disajikan Dalam Tradisi Lebaran Ayam di PurworejoFoto: Rinto Heksantoro/detikcom
Ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa diujudkan masyarakat Desa Kemranggen Kecamatan Bruno dengan menggelar tradisi merti desa atau sedekah bumi pada Senin (22/10/2018). Tradisi unik ini sekaligus untuk memupuk tali silaturahmi antar warga. Pengunjung juga berebut untuk berfoto selfi di depan ribuan ayam panggang.

Warga setempat merayakan tradisi tersebut dalam 3 tahun sekali. Bahkan, warga perantauan menyempatkan diri untuk pulang kampung demi merayakan bersama ajang yang biasa disebut lebaran ayam.

"Ini dalam rangka merti desa atau sedekah bumi tiap 3 tahun sekali. Saking ramainya, warga perantauan yang biasanya tidak pulang ketika Idul Fitri, nah pas acara ini mereka malah mudik merayakan bersama. Ya ini sebagai lebarannya warga sini dan lebih ramai," ucap ketua panitia penyelenggara, Pargono (56) ketika ditemui detikcom di lokasi, Senin (22/10/2018).
5.000 Ayam Panggang Disajikan Dalam Tradisi Lebaran Ayam di PurworejoFoto: Rinto Heksantoro/detikcom
Tidak hanya dipajang, puluhan ancak atau ambeng yang berisi ribuan ayam panggang dan hasil bumi itu juga dilombakan yang nantinya akan diambil beberapa juara. Gelaran yang merupakan warisan nenek moyang itu juga bertujuan untuk memohon keselamatan dan limpahan rejeki.

Pargono menambahkan, dalam merti desa tersebut terdapat ancak atau ambeng sebanyak 42 buah. Puluhan ancak itu masing-masing berisi ratusan ayam panggang dan diperkirakan jumlah ayam panggang seluruhnya lebih dari 5000 ekor.

"Ini kan juga dilombakan, setelah dinilai terus ada prosesi atau ritual merti desa termasuk didoakan, ancak kemudian dibagikan kepada masyarakat yang bukan warga Kemranggen karena ini juga untuk sodakoh," lanjutnya.

Sebelumnya, para sesepuh desa telah mengunjungi seluruh punden atau tempat-tempat yang dikeramatkan untuk meminta izin bahwa merti desa akan digelar. Sementara itu Warisono (56) warga setempat yang membuat ambeng mengaku bahwa biaya untuk pembuatan sebuah ambeng bisa mencapai 30 juta rupiah lebih dan diperlukan waktu selama 4 hari.
5.000 Ayam Panggang Disajikan Dalam Tradisi Lebaran Ayam di PurworejoFoto: Rinto Heksantoro/detikcom
"Ini dapat juara 1, Alhamdulillah hadiahnya kulkas. Bikin ancaknya kira-kira waktunya 4 hari dan biayanya Rp 30 juta lebih," tuturnya.

Ribuan warga pun tumplek blek dalam acara tersebut. Salah satu warga setempat, Jayusman (55) yang sudah tinggal di Jakarta sejak 38 tahun yang lalu selalu menyempatkan untuk mudik merayakan budaya tinggalan leluhur tersebut.

"Iya mas, pasti pulang kalau ada merti desa. Lebaran kemarin malah saya nggak pulang, menurut saya ini lebih penting daripada lebaran dan ramai ini. Saya izin pulang 5 hari, yang lain juga pada pulang kok ini," katanya. (dvs/odi)