Asyik! Makan di Sini Bisa Bayar Pakai Jumlah Followers Instagram

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Jumat, 19 Okt 2018 10:15 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Milan - Restoran ini punya pilihan cara bayar yang unik. Pengunjung bisa memanfaatkan jumlah followers di Instagram!

Restoran This Is Not a Sushi Bar di Milan, Italia, sedang jadi perbincangan hangat. Sang pemilik menerapkan kebijakan pembayaran berdasarkan jumlah followers atau pengikut seseorang di Instagram.

Dikabarkan Metro (18/10), semakin banyak followers pengunjung, semakin sedikit pula biaya makan yang harus dibayar. Sebagai informasi, restoran Jepang ini berada di Porta Venezia dengan menu andalah sushi dan sashimi segar.

Asyik! Makan di Sini Bisa Bayar Pakai Jumlah <i>Followers</i> InstagramFollowers Instagram jadi metode pembayaran di This Is Not A Sushi Bar (Foto: iStock)

Soal mekanisme pembayaran, pengunjung yang punya akun Instagram hanya perlu mengunggah foto makanan di restoran dengan tagar #thisisnotasushibar. Setelah itu, tunjukkan pada pegawai dan mereka akan menghitung diskon makan berdasarkan jangkauan foto itu pada followers masing-masing pengunjung.

Baca Juga: Agar Foto Makanan di Instagram Dapat Banyak 'Like' Cobalah Trik Ini!

Nah, bagi yang punya ribuan followers di Instagram bisa dapat keuntungan lebih. Followers 1.000 hingga 5.000 'dihargai' dengan satu piring sushi atau sashimi gratis.

Kalau followers-nya 5.000 hingga 10.000 dapat 2 piring gratis, 10.000 hingga 50.000 followers dapat 4 piring gratis dan 50.000 hingga 100.000 followers dapat 8 piring gratis.

Yang sangat beruntung adalah pengunjung dengan lebih dari 100.000 followers. Mereka bisa makan gratis di sini!

Asyik! Makan di Sini Bisa Bayar Pakai Jumlah <i>Followers</i> InstagramSushi dan sashimi jadi menu utama di This Is Not A Sushi Bar (Foto: iStock)

Meski mekanisme pembayaran ini terlihat seperti kontes popularitas, pendiri This Is Not A Sushi Bar yaitu Mattei Pittarello punya pendapat lain. Menurutnya hal ini efektif sebagai cara untuk lebih dekat dengan pelanggan.

"Ide ini lahir dengan dua tujuan: untuk mendorong cara inovatif dan inklusif dalam hal konsumsi restoran dan partisipasi pelanggan kami, mengingat bahwa lebih dari 90% penjualan kami terkonsentrasi pada pesanan layan antar," jelas Matteo.

Ia berencana menggunakan mekanisme pembayaran ini secara permanen. Matteo juga mangklaim restorannya menjadi yang pertama di dunia dalam menggunakan mekanisme pembayaran berdasarkan followers Instagram.

"Media sosial membentuk kehidupan kita, suka atau tidak suka, kita hanya main bersama. Semua pengunjung selalu diterima di restoran kami. Jika mereka bukan influencer, mereka bisa membayar normal," pungkas Matteo.

Baca Juga: Diposting di Akun Resmi Instagram 10 Foto Makanan Ini Dapat Ratusan Ribu Likes


Tonton juga video 'Di Restoran Ini Pengunjung Kaya Traktir Makan Pengunjung Miskin':

[Gambas:Video 20detik]

(adr/odi)