Kue Tradisional Asia

Kelapa dan Pisang Membuat Kue Tapel Legendaris Ini Wangi Legit

Sudirman Wamad - detikFood Jumat, 19 Okt 2018 07:19 WIB
Foto: Sudirman Wamad/detikcom
FOKUS BERITA Kue Tradisional Asia
Cirebon - Makanan tradisional Cirebon tak hanya empal gentong, tahu gejrot, nasi lengko, dan jamblang. Ada juga kue legendaris yang legit wangi.

Buat penggemar makanan, pasti sudah kenal kue yang bernama tapel ini. Bentuknya bundar dengan diameter sekitar 10 cm. Selintas mirip ledre pisang di Jawa Tengah. Warnanya juga kecokelatan dan rasanya manis. Disajikan dengan cari dilipat.

Kue tapel merupakan salah satu makanan khas Cirebon yang ada sejak zaman kesultanan Cirebon. Kue tapel ini bisa kita dapatkan di Jalan Pagongan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, Jawa Barat.


Kelapa dan Pisang Membuat Kue Tapel Legendaris Ini Wangi LegitFoto: Sudirman Wamad/detikcom

Di ujung gang seorang penjual kue tapel, Lena (55), selalu sibuk melayani pesanan. Aroma wangi kelapa dan pisang yang dimasak di atas wajan mugil harum semerbak. Tapi harus sabar menanti karena kue dibuat satu per satu dan dalam keadaan hangat diserahkan pada pembeli.

Bahan baku kue tapel ini seperti kue tradisional umumnya yaitu tepung, ketan, gula merah, pisang, dan kelapa. Lena mengaku secara turun temurun menjadi penjual kue tapel.

"Saya ini generasi ketiga. Sudah puluhan tahun, tempatnya di sini saja. Iya ini makanan zaman kesultanan dulu, makanan khas Cirebon," ucapnya saat ditemui detikcom di warungnya, Kamis (18/10/2018).

Selain memiliki pelanggan tetap, Lena juga mengaku kerap kebanjiran order saat akhir pekan. Tak jarang rombongan bus pariwisata menyempatkan diri untuk mencicipi kue tapel buatan Lena.

"Ada juga yang pesan dulu. Kemudian saya yang menghantarkan kuenya ke hotel rombongan wisatawannya. Banyak wisatawan yang pesan," ujarnya.

Kelapa dan Pisang Membuat Kue Tapel Legendaris Ini Wangi LegitFoto: Sudirman Wamad/detikcom

Untuk bisa merasakan kelezatan kue tapel buatan lena, pembeli cukup merogoh kocek sebesar Rp 6.000. Tak hanya turis domestik, Lena mengaku kerap melayani turis asing yang berkunjung ke Cirebon.

"Katanya enak, sampai jempol turisnya diangkat. Begini-begini," kata Lena seraya mengangkat kedua jempol tangannya. Cara masak kue tapelnya pun masih tradisional. Lena masih menggunakan kayu bakar untuk memasak kue tapel.

Lena mengaku kayu bakar tersebut bisa menjaga cita rasa kue tapel. "Kalau pakai kompor gas itu nanti rasanya beda. Dari dulu pakai kayu. Biasanya sehari itu menghabiskan dua kilo adonan. Buka dari jam 07.00 WIB hingga 13.00 WIB," ucap Lena.



Tonton juga video 'Menikmati Mie Koclok Cirebon':

[Gambas:Video 20detik] (odi/odi)
FOKUS BERITA Kue Tradisional Asia