Peneliti Ungkap Orang Asia di Amerika Lebih Sedikit Konsumsi Fast Food

Dewi Anggraini - detikFood Jumat, 05 Okt 2018 11:30 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Penelitian terbaru ungkap bahwa orang Amerika keturunan Asia mengonsumsi makanan cepat saji lebih sedikit dibanding orang Amerika tulen. Berikut penjelasannya.

Sering disebut sebagai penyuka makanan cepat saji, orang Asia Amerika justru menunjukkan kebiasaan sebaliknya. Hasil riset dari Centers for Disease Control (CDC), AS, mengungkap bahwa orang Asia Amerika yang tinggal di negeri Paman Sam mengonsumi makanan cepat saji paling sedikit di antara etnis lain di sana.

Ada sebanyak 30,6% orang dewasa beretnis Asia Amerika yang melahap makanan cepat saji, antara tahun 2013 dan 2016. Disusul oleh etnis Hispanik sebanyak 35.5%, Kaukasia sebanyak 37.6% serta Afrika Amerika sebanyak 42.4%.

Peneliti Ungkap Orang Asia di Amerika Lebih Sedikit Konsumsi Fast Food Foto: iStock
Hasil tersebut didapat lewat wawancara di rumah dan pemeriksaan fisik standar di pusat pemeriksaan keliling (Mobile Examination Centers). Para partisipan ditanya soal menu apa saja yang mereka lahap dalam 24 jam terakhir. Tentunya dengan menyertakan sumber (tempat) makanan atau pun minuman yang mereka konsumsi.

Baca juga: Jumlah Konsumsi Fast Food Pada Anak-anak di Amerika Cenderung Menurun

Hasil yang didapat berdasarkan gender menunjukkan kalau wanita berdarah Asia Amerika mengonsumsi makanan cepat saji paling sedikit. Hanya sebanyak 30.4% saja yang melahap junk food. Sedangkan pria Asia Amerika punya jumlah sedikit lebih besar, yakni 31.1%.

Dilansir NextShark (4/10), justru wanita berdarah Afrika Amerika yang mengonsumsi makanan cepat saji paling banyak. Ada sebanyak 42.9% baik pria dan wanita.

Peneliti Ungkap Orang Asia di Amerika Lebih Sedikit Konsumsi Fast Food Foto: iStock
Secara keseluruhan, sebanyak 36.6% orang Amerika berusia dewasa mengonsumsi makanan cepat saji. Angka tersebut mewakili sekitar 85 juta orang. Penelitian ini juga menjabarkan persentase warga Amerika yang doyan makanan cepat saji berdasarkan rentang usia.

Ada sebanyak 44.9% pencinta makanan cepat saji pada orang yang berusia 20 hingga 39 tahun. Sebanyak 27.77% berusia 40-50 tahun, dan sebanyak 24.1% berusia 60 tahun ke atas.

Konsumsi makanan cepat saji juga meningkat seiring jumlah pendapatan. Ada sebanyak 42% orang dengan pendapatan tinggi yang doyan junk food. Sedangkan sebanyak 31.7% orang berpendapatan rendah berdasarkan tingkat kemiskinan federal.

Peneliti Ungkap Orang Asia di Amerika Lebih Sedikit Konsumsi Fast Food Foto: iStock
Lewat penelitian ini, diketahui bahwa pria cenderung mengonsumsi makanan cepat saji untuk makan siang. Sedangkan wanita, lebih suka melahapnya sebagai camilan.

"Makanan cepat saji jadi bagian pola makan Amerika dan disebut sebagai (makanan) berkalori tinggi dan punya kualitas makanan yang buruk. Waktu, pendapatan, harga, dan ketersediaannya mempengaruhi konsumsi makanan cepat saji," tulis CDC.

Baca juga: Studi Terbaru: Terlalu Banyak Konsumsi Fast Food Dapat Turunkan Fungsi Otak Anak (dwa/odi)