Terbaik dari Indonesia

Sedep Poll! Sego Pecel Semanggi Legendaris Racikan Mbah Warno

Ayu Rifka Sitoresmi - detikFood Senin, 20 Agu 2018 08:00 WIB
Foto: Ayu Rifka Sitoresmi/detikcom Foto: Ayu Rifka Sitoresmi/detikcom
Jakarta - Pecel Semanggi mbah Warno ini legendaris. Meski sederhana dan murah, rasanya segar sedap enak. Bumbunya manis-manis gurih khas Jogja. Ayo mampir!

Disebut Pecel Semanggi Bukan karena memakai daun semanggi sebagai bahan sayurannya. Tetapi karena letaknya tidak jauh dari Sendang Semanggi yang ada di Dusun Sembungan, Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan Bantul.

Menu sego pecel buatan Mbah Warno itu cukup khas yakni daun bayam, kembang turi, daun kenikir, dan taoge. Disiram sambel pecel khas Yogyakarta dengan cita rasa manis gula Jawa yang khas. Ditambah dengan lauk lele dan belut goreng.


Sedep Poll! Sego Pecel Semanggi Legendaris Racikan Mbah Warno Foto: Ayu Rifka Sitoresmi/detikcom
Di warung ini pelanggan yang mulai berdatangan sejak siang hingga sore hari. Rumahnya yang sederhana itu sekaligus menjadi warung makan. Pelanggan bisa duduk dimana saja. Juga bisa melihat langsung cara memasak di dapur dengan tungku kayu bakar dan peralatan masak yang masih tradisional. Nuansa rumah 'ndeso' masih terasa di rumah sekaligus warung pecel lele Mbah Warno.

Mbah Warno sendiri sudah meninggal dunia setahun yang lalu. usaha ini diteruskan anak dan menantunya. Resep dan cara masak yang tradisional tersebut telah diturunkan kepada anak dan menantunya.

Berdasaerkan cerita keluarga, Mbah Warno sudah sekitar 50 tahun berjualan pecel, yaitu sejak tahun 1970-an. Dulu sebelum berjualan di rumah, Mbah Warno berjualan pecel lele dengan cara keliling di Sendang Semanggi tidak jauh dari rumahnya. Karena itu orang kemudian mengenalnya sebagai pecel Semanggi. Karena masakannya disukai banyak kalangan, dan para pembeli sering datang langsung ke rumahnya. Akhirnya Mbah Warno memutuskan berjualan di rumah.

Sedep Poll! Sego Pecel Semanggi Legendaris Racikan Mbah Warno Foto: Ayu Rifka Sitoresmi/detikcom

"Resep dan cara masak dengan tungku tetap saya jaga, agar rasa masakan tetap sama dengan racikan ibu. Orang dulu kalau masak suka pakai alat-alat dari alam, katanya lebih nikmat dan sedap hasil masakannya," ungkap Asih menantu Mbah Warno.

Ciri khas pecel Mbah Warno ini terletak di sambal atau saus kacangnya yang bercita rasa khas Yogyakarta. Kacangnya ditumbuk kasar dengan penggunaan kencur yang membuat aroma wangi dan segar. Ada rasa pegas cabe dan manis gula Jawa. Sangat pas berpadu dengan beragam sayuran.

Sedangkan untuk sayuran yang digunakan ada daun bayam, kembang turi, daun kenikir, dan taoge. Untuk bahan sambel pecelnya ada kacang tanah, bawang putih, daun jeruk, kencur, dan gulaKjawa. Alat untuk menghaluskannya juga masih menggunakan cobek batu kali, dan juga masih mempertahankan tungku kayu bakarnya.

Sedep Poll! Sego Pecel Semanggi Legendaris Racikan Mbah Warno Foto: Ayu Rifka Sitoresmi/detikcom

Tidak hanya pecel saja, Anda bisa menikmati sajian lainnya seperti mangut lele, lele goreng, belut goreng, sayur tempe dan krecek, dan aneka baceman dan gorengan. Yang membuat laris dicari pembeli adalah belut gorengnya.

Belut goreng di sini tanpa duri, pipih dan crispy. Karena sebelum di goreng belut segar dibuang durinya dan digeprek terlebih dahulu. Kemudian dilumuri sedikit tepung terigu dan tapioka yang sudah dicampur bumbu lalu digoreng kering.

Sedep Poll! Sego Pecel Semanggi Legendaris Racikan Mbah Warno Foto: Ayu Rifka Sitoresmi/detikcom

Untuk menuju ke lokasi warung makan milik Mbah Warno juga relatif mudah. Jika Anda berada di Kota Yogya langsung saja menuju ke jalan Bantul. Sampai di perempatan Kasongan belok ke barat melewati desa wisata gerabah Kasongan sampai di pertigaan jalan yang di tengahnya ada sebuah tugu. Kemudian belok ke kanan arah ke Gunung Sempu, sekitar 300 meter ada dua buah gapura. Warung ini berada di sebelah utara gapura sisi kiri jalan.

Warung makannya sendiri buka dari jam 11.00-16.00 WIB, tetapi jika Anda datang sebulum jam tersebut dan ingin segera mencicipi pecel belut bisa langsung diracik. Tetapi jika Anda datang di atas jam 15.00 WIB akan kehabisan lauk pauk. Untuk harganya sendiri sangatlah terjangkau, untuk pecel cukup Rp 8.000 per porsinya. Untuk gorengan dan bacemnya hanya Rp 1.000 per buah. Sedang untuk belut gorengnya seharga Rp 2.000 per buah.



Tonton juga video: 'Pedas Mantap! Pecel yang Satu ini Bikin 'Lambe Ndower''

[Gambas:Video 20detik]



(odi/odi)