Kenyal-kenyal Manis, Apa Benar Permen Karet Mengandung Plastik?

Riska Fitria - detikFood Jumat, 03 Agu 2018 15:20 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Selain manis, mengunyah permen karet sering dilakukan orang saat iseng. Namun, benarkah permen karet yang dijual bebas mengandung plastik?

Siapa yang tak suka permen karet? Permen yang memiliki sensasi tersendiri saat mengunyahnya ini membuat permen karet digemari banyak orang. Rasanya yang manis juga sering dijadikan sebagai penyegar mulut.

Namun, tahukah Anda kalau permen karet yang dijual dipasaran ada yang mengandung plastik? Ada penelitian di Islandia yang mengungkap bahwa 85% dari 2000 orang tidak tahu bahwa ada plastik dalam kandungan permen karet.
Kenyal-kenyal Manis Apa Benar Permen Karet Mengandung Plastik?Foto: iStock
Dilansir dari Metro.co.uk (2/8) di masa lalu, permen karet dibuat dengan menggunakan bahan alami seperti chicle yang diesktraksi dari pohon seperti getah. Lalu peneliti kemudian menemukan lagi cara mengolahnya untuk dibuat menjadi sesuatu yang bisa dinikmati.

Baca juga: Kunyah Permen Karet Sambil Jalan Bisa Bikin PriaLebih Langsing

Karena permintaan pasar terhadap permen karet terus meningkat, banyak produsen yang mengganti bahan dasarpermen karet dengan bahan plastik seperti karet sintetis dan polimer.

Para ilmuwan menemukan cara untuk menyesuaikan resep permen karet yang disetujui oleh FDA USA, seperti Butadiene-styrene rubber, Isobutylene-isoprene copolymer (butyl rubber), Paraffin, Petroleum wax synthetic, Polyethlene, Polyvinyl Acetate. Tanpa jargon, bahan-bahan tersebut hanyalah plastik, karet dan lilin.
Kenyal-kenyal Manis Apa Benar Permen Karet Mengandung Plastik?Foto: GettyImages
Polyethylene biasa digunakan dalam pembuatan kantong plastik dan mainan anak-anak. Sementara polyvinyl acetate ini adalah salah satu bahan dalam lem PVA. Banyak produsen yang tidak menuliskan bahan tersebut dalam produk mereka sehingga tidak ada yang tahu permen karet mana yang tidak atau menggunakan bahan ini.

Ada juga mitos soal menelan permen karet yang tidak akan hilang selama sepuluh tahun di dalam tubuh. Hal ini dikarenakan tubuh tidak dapat mencerna polimer dan elastomer. Jadi jika tertelan, bentuknya tidak akan berubah.

Karena sifatnya yang tidak terurai membuat pemerintah Inggris menghabiskan sekitar £ 60 juta atau Rp 1,1 triliun untuk membersihkan bekas permen karet di jalan setiap tahunnya.

(dvs/lus)