Dikabarkan Fox News (26/6) seorang transgender bernama Charlotte Clymer terpaksa menempuh jalur hukum setelah mendapat perlakuan tak menyenangkan di sebuah restoran. Insiden ini terjadi pada Jumat malam di Cuba Libre Restaurant yang berlokasi di Washington D.C, Amerika Serikat.
Baca juga : Diduga Transgender, Ini Pose Pedangdut Lucinta Luna Ketika Ngopi
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Istimewa |
"Saya bilang ini omong kosong, saya terus melanjutkan pergi ke toilet," tulis Clymer dalam laman Facebook miliknya.
Clymer menambahkan setelah dia memasuki toilet, seorang karyawan laki-laki itu mengikutinya ke toilet, namun dia pergi tidak lama kemudian. Ketika Clymer keluar, seorang karyawan dan manager restoran malah menunggunya di lorong.
"Hukum di Washington DC mengharuskan wanita menunjukkan kartu identitas saat akan menggunakan toilet wanita," kata Clymer menirukan ucapan sang manager resto.
Clymer yang bekerja untuk Kampanye Hak Asasi Manusia, mengatakan dia memberi tahu manajer bahwa aturan itu keliru dan memintanya untuk menunjukkan kepadanya bukti aturan hukum yang diungkapkan.
Foto: Istimewa |
Tanpa menggubris staf dan manager restoran, Clymer meninggalkan restoran sambil mengancam akan melakukan tindakan hukum.
Tak lama kemudian, pihak restoran menyampaikan permintaan maaf lewat media sosial. Akun medsos restoran ini memention Clymer dalam ungkapan permintaan maafnya.
"@cmclymer Kami sangat menyesal atas insiden yang terjadi di restoran kami tadi malam. Saya tidak bisa lebih profesional dan sangat menyesal atas kejadian ini. Sebagai aturan, kami memang menyediakan toilet yang aman dan nyaman untuk tamu dari semua identifikasi gender. Sayangnya staf kami memperlakukan Anda dengan cara yang tidak sopan. Kami segera melatih kembali staf kami dan memastikan hal seperti ini tidak terjad lagi," bunyi surat permintaan maaf tersebut.
Foto: Istimewa |
Baca juga : Starbucks Berlin Ketahuan Rasis Karena Tulis Nama Wanita Jepang, 'Japeneese'
Clymer sekarang mengklaim restoran tersebut sedang diselidiki oleh Kantor Hak Asasi Manusia di kota itu, dan mengatakan dia juga sedang menempuh jalur hukum untuk kasus di Cuba Libre ini.
"Jika manajer telah meminta maaf ketika saya menunjukkan kepadanya hukum dan berkomitmen untuk melakukan yang lebih baik, saya tidak akan marah, tetapi mereka tak melakukan itu sampai akhirnya saya menempuh jalur hukum," tulis Clymer di Facebook (adr/odi)

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN