Nikmatnya Ayam Ingkung Lava yang Pedas Gurih di Lereng Merapi

Edzan Raharjo - detikFood Senin, 25 Jun 2018 11:00 WIB
Foto: Edzan Raharjo
Yogyakarta - Gunung Merapi di Sleman Yogyakarta dikenal sebagai gunung api aktif. Letusannya membawa kerepotan warga karena harus mengungsi tetapi juga memberi banyak berkah.

Berkah luar biasa bagi masyarakat diantaranya adalah wisata Merapi dan kuliner yang terus berkembang. Diantara kuliner, ada makanan yang namanya terdengar seram "Ingkung Lava." Lelehan lava yang panas sering dipakai untuk menggambarkan makanan seperti chocolate lava cake.

Tapi, yang satu ini dipakai untuk sajian ayam tradisional, ingkung. Ingkung yang merupakan sajian ayam legendaris di Yogya. Ayam kampung utuh yang dimasak dengan bumbu pedas gurih.

Nikmatnya Ayam Ingkung Lava yang Pedas Gurih di Lereng MerapiFoto: Edzan Raharjo

Pemilik warung memang sengaja memberi nama unik "ingkung lava" karena lokasinya berada di kawasan wisata lava tour Merapi di Cangkringan, Sleman, DIY. Mereka yang datang ke warung ini kebanyakan adalah wisatawan yang menikmati wisata lava tour Merapi.

Nikmatnya Ayam Ingkung Lava yang Pedas Gurih di Lereng MerapiFoto: Edzan Raharjo

"Ingkung ini menu tradisonal yang sudah melekat bagi masyarakat Yogya untuk acara-acara sakral seperti labuhan itu juga pakai ingkung. Kita hidupkan cita rasa itu dengan konsep unik ingkung lava yang rasanya pedas,"kata pemilik warung ingkung lava, Budi Prasetyo di warungnya di jalan Bebeng, Cangkringan, Sleman, DIY, Sabtu (23/6/2018).

Ingkung lava memakai rasa pedas sebagai ciri khasnya. Tetapi selain pedas, juga disediakan bumbu original, bumbu areh (dari kelapa), bakar, goreng. Citaras tradisional ini menjadi ciri khasnya. Selain kuliner khas ingkung lava, juga disajikan kopi khas Merapi.

Nikmatnya Ayam Ingkung Lava yang Pedas Gurih di Lereng MerapiFoto: Edzan Raharjo

Sambil menikmati ingkung lava, wisatawan sekaligus bisa menatap gagahnya Merapi yang tak pernah ingkar janji. Plus menghirup kopi khas Merapi dan berbagai camilan produksi masyarakat sekitar.

"Kita angkat kuliner lokal kita ini agar jadi produk pilihan yang digemari masyarakat, dibanding kita diserang produk-produk luar negeri itu,"kata Budi.

Bentuk warung ini mengambil konsep lokal berupa joglo limasan yang semuanya terbuat dari kay. Juga tersediadisediakan tempat pertemuan yang semuanya di konsep jadul. Wisatawan yang datang ke warung ini selain menikmati kulinernya juga disediakan spot foto yang instagramable. Ada background becak, sepeda onthel kuno, dan jika cuaca cerah background gunung Merapi terlihat jelas.

Harga makanan di sini bervariasi tergantung paket yang dipilih. Untuk ingkung lava dengan paket separo harganya Rp 75 ribu bisa untuk 2-3 orang. Dan untuk ingkung lava utuh ukuran S harganya Rp 130 Ribu bisa untuk 4-5 orang dan untuk yang ukuran M harganya Rp 145 ribu bisa untuk 5-6 orang.

Budi sempat menutup warungnya karena Merapi meletus freatik beberapa waktu lalu. Tetapi saat ini banyak masyarakat yang tetap berwisata baik rombongan atau perorangan. Menurutnya, berusaha di lereng Merapi harus siap menghadapi segala risikonya.

Nikmatnya Ayam Ingkung Lava yang Pedas Gurih di Lereng MerapiFoto: Edzan Raharjo

"Merapi Tak Pernah Ingkar Janji, pasti ada berkah hidup di daerah sini. Selalu ada hikmah di balik bencana," katanya.

Selain itu, wisata jip Merapi yang sedang tutup juga berdampak pada usahanya. Ia berharap wisata jip tidak tutup terlalu lama, karena akan berdampak pada perekonomian masyarakat seperti warung-warung kuliner. (lus/odi)