Curi Uang Tip Rp 139 Juta, Bartender Ini Dipolisikan

Devi Setya - detikFood Minggu, 17 Jun 2018 17:15 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Carolina - Seorang bartender wanita ditangkap polisi karena membawa kabur uang tip restoran. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya lebih dari Rp 139 juta.

Uang tip memang diberikan oleh pelanggan untuk pegawai restoran tapi biasanya uang tips dikumpulkan untuk dibagi pada seluruh pegawai. Tapi di Carolina Utara, seorang barista wanita justru menimbun uang tip dan membawanya kabur untuk kepentingan pribadi.

Dikabarkan Fox News (17/6) seorang barista wanita bernama Erika Denton telah melakukan penipuan dan membawa kabur uang tip yang jumlahnya ratusan juta.

Curi Uang Tip Rp 139 Juta, Bartender Ini Dipolisikan Foto: Istimewa

Wanita berusia 26 tahun ini dilaporkan ke pihak berwajib setelah mengubah beberapa bill di restoran tempatnya bekerja di Tasu Asian Bistro. Bill yang diubah ini ada pada periode 1 Januarihingga awal Juni 2018.

Selama periode ini, Denton mengantongi $10.000 atau setara Rp 139 juta. Jumlah yang fantastis bukan?

Denton mengubah jumlah harga makanan dan minuman dalam laporan keuangan restoran. Hal ini dilakukan demi bisa mendapat lebihan uang yang nantinya dikantongi sendiri.

Bukan hanya dilaporkan ke polisi, Denton juga harus menerima kenyataan pahit jika dirinya dipecat secara tidak hormat. Ini bukan hanya merugikan restoran tetapi juga merusak kepercayaan para pelanggan restoran.

"Ini sangat mengecewakan. Sangat sulit menemukan orang-orang yang dapat Anda percayai dan setia kepada Anda," kata manajer restoran Katrina Oliver kepada WTVD.

Curi Uang Tip Rp 139 Juta, Bartender Ini Dipolisikan Foto: Istimewa

Katrina juga menunjukkan beberapa tagihan yang telah diubah Denton. Wanita ini terbukti melakukan mark up pada tagihan pelanggan hingga tiga kali lipat. Uang hasil penggelapan ini ia gunakan untuk kepentingan pribadi.

"Kami ingin memastikan bahwa ketika kami mempekerjakan orang, mereka betah bersama kami dan mereka dapat memberikan layanan pelanggan yang sangat baik kepada para tamu kami," kata Oliver. Ke depan, Oliver mengatakan bahwa restorannya akan memperketat prosedur perekrutan pegawai agar hal serupa tak terulang lagi.

Sekarang restoran ini melakukan pengecekan ganda setiap malam untuk memeriksa penghasilan dan tanda terima. Pihak restoran juga memeriksa kembali latar belakang setiap pegawainya.

(adr/odi)