Croissant Hitam Pakai Bubuk Arang Kini Mengundang Kontroversi

Sonia Basoni - detikFood Rabu, 18 Apr 2018 15:30 WIB
Foto: Istimewa
Jakarta - Penggunaan bubuk arang bambu ke dalam makanan, memang masih menjadi tren di dunia kuliner. Tapi campuran arang hitam dalam croissant, justru mengundang perdebatan.

Tren makanan warna hitam mengangkat pamor arang bambu. Bahan alami yang populer di Jepang ini bisa membuat warna makanan jadi hitam pekat. Sehingga banyak penjual makanan ikut membubuhkan "bamboo charcoal" atau "activated charcoal" pada nama produknya.

Baca Juga: Mangenal Jus Arang yang Sedang Heboh Dibicarakan
Croissant Hitam Pakai Bubuk Arang Kini Mengundang KontroversiCharcoal, bubuk arang bambu aktif yang kini populer jadi campuran makanan. Foto: Istimewa
Namun, croissant vegan yang menggunakan campuran bubuk arang aktif ini justru menciptakan perdebatan di Twitter. Banyak orang yang beranggapan bahwa croissant charcoal ini merupakan satu bentuk kuliner yang tidak wajar.

"Saya merasa croissant vegan charcoal ini agak berlebihan, bahkan untuk wilayah London Timur," ungkap penulis Amy Charlotte Kean di akun Twitternya. Ia juga membagikan foto croissant berwarna hitam pekat seperti yang dilansir dari Independent (17/04).

Dalam foto croissant tersebut ada tulisan, 'Rasanya lebih enak dari penampilannya!'. Kontan, tulisan ini mendapat tanggapan yang beragam, dan banyak yang menyuarakan bahwa croissant tidak seharusnya dicampur dengan bubuk arang.
Croissant Hitam Pakai Bubuk Arang Kini Mengundang KontroversiCroissant vegan charcoal yang mengundang perdebatan di kalangan netizen. Foto: Istimewa
"Kegilaan ini harus dihentikan sekarang," tulis seorang netizen, yang disambung oleh komentar lain, "Saya tidak mengerti kata-kata 'Lebih enak dari penampilannya' itu karena kalian menaruh bubuk arang hitam ke dalam adonan roti." tulis seorang netizen.

Dalam situs resmi toko bakery 'Coco di Mama' di London, yang menjual croissant hitam itu, keterangannya menyebutkan bahwa croissant vegan ini terbuat tanpa menggunakan mentega, telur, dan susu. Tapi menggunakan mentega dari bunga matahari,tepung kedelai, tepung gandum, bubuk arang karbon aktif, gula dan air jeruk lemon.

"Bubuk arang di dalam croissant membantu proses detoksifikasi racun, atau racun apa pun di dalam tubuh Anda, misalnya alkohol," tulis situs Coco di Mama.
Croissant Hitam Pakai Bubuk Arang Kini Mengundang KontroversiWarna hitam pekat dari bubuk arang membuat croissant hitam ini terlihat tidak menarik. Foto: Istimewa
Banyak orang yang mengungkapkan bahwa penampilan croissant hitam ini tidak menarik dan jelek. Namum beberapa orang menuturkan kalau rasa dari croissant ini cukup enak dan tidak aneh.

"Rasa croissant arang ini cukup enak, sehingga saya tengah mencoba untuk membuat croissant vegan seenak di Coco di Mama," tulis seorang pelanggan di Instagram.

London bukan satu-satunya kota yang memiliki croissant hitam ini. Sebelumnya charcoal croissant dari sebuah toko bakery di Bangkok juga menarik perhatian foodies di sana, karena konon rasanya enak.

Baca Juga: Di Inggris Kini Ada Char Coal Cheese, Keju yang Terbuat dari Arang

(sob/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com