Putungo si Jantung dari Gorontalo yang Menggoyang Lidah

Odilia Winneke Setiawati - detikFood Senin, 09 Apr 2018 14:45 WIB
Foto: detikfood Foto: detikfood
Jakarta - Sebagai daerah penghasil pisang, propinsi Gorontalo juga punya beragam olahan pisang. Termasuk sajian jantung pisang yang renyah gurih.

Setelah sebagian bunga pisang berkembang menjadi buah pisang, hanya tersisa bagian ujungnya. Ujungyang runcing ini berbrntuk bulat runcing mirip jantung. Karenanya dikenal dengan sebutan jantung pisang. Bunga pisang ini memiliki kelopok keras berwarna ungu kecokelatan.

Jika dibuka akan terdpaat deretan bunga pisang yang tersusun rapi. Alih-alih dibuang untuk makanan ternak, jantung pisang ini bisa diolah jadi makanan enak. Di Thailand dan Vietnam, jantung pisang atau bunga pisang ini diolah jadi salad dan sajian salad yang enak.


Putungo si Jantung dari Gorontalo yang Menggoyang LidahFoto: iStock

Di Indonesia ada beberapa daerah yang punya olahan jantung pisang yang sedap. Kalau di Jawa ada urap dan sayur gurih jantung pisang, di Bali diolah jadi lawar yang sedap.

Di Gorontalo yang dikenal dengan penghasil aneka jenis pisang legit, jantung pisang disebut 'pitungo'. Diolah menjadi sayur dengan kuah santan yang gurih pedas. Atau dibuat tumisan dengan bunga pepaya.

Cara sederhana yang enak adalah dibuat urap. Irisan jantung pisang rebus diaduk dengan kelapa dan bumbu. Kemudian disajikan dengan bhinte pulut atau jagung putih Gorontalo. Kenyal enak jagung ini cocok dipadu dengan renyah gurih urap putungo.

Putungo si Jantung dari Gorontalo yang Menggoyang LidahFoto: detikfood

Sebelum diolah, jantung pisang ini dikupas hingga kelopaknya berwarna kuning sedikit kecokelatan. Bagian inilah yang empuk, sedikit berserat. Umumnya direbus hingga empuk dan diiris kasar sebelum dibumbui. Selain renyah, tekstur jantung pisang yang berserat cocok juga dibuat sajian mirip daging, seperti dibumbui empal.

Putungo si Jantung dari Gorontalo yang Menggoyang LidahFoto: detikfood

Orang Gorontalo dari des Dulamayo membuat jantung pisang ini menjadi perkedel. Setelah dibumbui, dibentuk bulat dan diikat kemudian digoreng kering. Tampilannya mirip empal daging Nasi uduk Bu Yoyo, di bilangan Karet, Jakarta. Rasanya juga gurih, berserat dan sedap dimakan dengan nasi hangat.

(odi/odi)