Inspiratif! Kedai Kopi Ini Pekerjakan Penyandang Disabilitas

Devi Setya - detikFood Sabtu, 07 Apr 2018 14:30 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Kedai kopi yang satu ini keren sekaligus inspiratif. Pasalnya hampir semua karyawan yang bekerja merupakan penyandang disabilitas, termasuk baristanya.

Penelitian para ahli mengatakan lebih dari 80 persen orang penyandang disabilitas tidak memiliki pekerjaan. Namun tampaknya persentase ini bisa berkurang jika banyak kedai kopi yang membuka lowongan untuk penyandang disabilitas, seperti Bitty and Beau's Coffee.

Dikabarkan Fox News (7/4) sebuah kedai kopi yang berlokasi di Charleston, South Carolina seolah jadi harapan bagi orang-orang penyandang kekurangan. Jika menyambangi kedai kopi ini, pengunjung bukan hanya disambut aroma semerbak kopi tapi juga senyum hangat bahkan pelukan penuh kasih dari karyawannya.

Inspiratif! Kedai Kopi Ini Pekerjakan Penyandang DisabilitasFoto: Istimewa
"Saya suka pesta, pesta dansa," kata Sam Hazeltine, barista kedai kopi ini yang memiliki keterbatasan fisik dan intelektual. "Saya mendapatkan kesempatan yang saya suka. Ini tempat yang menyenangkan," lanjutnya.

Baca juga : 10 Coffee Shop di Tokyo hingga Singapura Ini Punya Desain Unik dan Kreatif!

Ya, kedai kopi ini memang tidak besar namun berhasil menarik perhatian banyak orang. Semua karyawan yang dipekerjakan di sini memiliki keterbatasan intelektual dan fisik.

Pemilik kedai kopi ini adalah Bitty dan Ben Wright yang sengaja membuka kedai kopi ini untuk memberikan peluang bagi para disabilitas yang mencari pekerjaan.

Inspiratif! Kedai Kopi Ini Pekerjakan Penyandang DisabilitasFoto: Istimewa
"Ketika kami membuka kedai kopi ini, kami berpikir kami akan mengurangi tingkat pengangguran," kata Bitty dan Ben Wright pada Fox News. "Yang kami tahu, apa yang kami lakukan ini adalah gerakan hak asasi manusia yang disamarkan sebagai kedai kopi."

Ide membuka kedai kopi ini berawal karena dua anak bungsu mereka mengalami down sindrom. Wright pertama kali membuka Bitty and Beau's Coffee di Wilmington pada tahun 2016.

Kini kedai kopi ini sudah memperkerjakan lebih dari 36 orang penyandang cacat mulai dari down sindrom hingga autisme.

"Orang dengan dan tanpa disabilitas harus bekerja sama bahu membahu di sini. Itulah inti dari apa yang kami lakukan," kata Wright. "Saya pikir orang-orang disabilitas tidak dihargai layaknya orang normal. Orang menganggap mereka sebagai individu yang kurang sempurna. Tapi kami disini mengatakan mereka sama."

Tahun ini, mereka membuka kedai kopi kedua di Charleston dengan 24 pekerja disabilitas. Dalam sehari kedai kopi ini melayani 500 orang pengunjung. Wow fantastis!

Inspiratif! Kedai Kopi Ini Pekerjakan Penyandang DisabilitasFoto: Istimewa
Hazeltine adalah barista spesial di kedai kopi ini yang bekerja awal Maret lalu saat kedai kopi baru dibuka. Hazeltine lahir dalam keadaan down sindrom, namun di sini ia dianggap seperti orang normal lainnya.

"Saya mencoba membantu," ungkap Hazeltine.

Agar bisa bekerja layaknya orang normal lain, Wright mengatakan karyawannya ini dibekali pelatihan dulu selama sekitar satu minggu. Teknik pelatihannya menggunakan metode khusus, bukan seperti melatih orang biasa.

Setelah karyawan menyelesaikan pelatihan, mereka melakukan tahap uji coba untuk bekerja di toko berdampingan dengan tim. Mereka juga bahkan menerima upah kerja layaknya pekerja profesional.

Baca juga : Di Supermarket Ini Penyandang Disabilitas Bisa Belanja dengan Mudah dan Nyaman

Inspiratif! Kedai Kopi Ini Pekerjakan Penyandang DisabilitasFoto: Istimewa
Sementara dari Family Connection, sebuah organisasi bagi orang-orang cacat, mengatakan orang dengan disabilitas memiliki kendala lebih sulit saat mencari pekerjaan. "Mereka dipandang tidak memiliki kemampuan," kata Amy Holbert, Direktur Eksekutif Family Connection.

Ia juga menambahkan, penelitian sudah menunjukkan jika mempekerjakan orang disabilitas terbukti bisa diandalkan dan meningkatkan produktifitas.

Melihat banyaknya respon positif dari berbagai pihak, ia berencana ingin membuka cabang baru. Harapannya semoga semua bisa berjalan lancar sehingga cabang baru ini bisa dibuka pada akhir tahun.

"Kami berharap bisa memiliki toko di seluruh dunia suaru saat nanti, pekerjanya adalah orang-orang disabilitas. Kami akan menggabungkan orang disabilitas dengan orang normal supaya mereka bisa melihat jika kehidupan orang disabilitas memiliki nilai yang sama seperti orang biasa," pungkas Wright. (dwa/odi)