Selama 4 Generasi Kecap THG Menemani Lezatnya Soto Kudus

Akrom Hazami  - detikFood Selasa, 27 Mar 2018 15:36 WIB
Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Kecap manis asal kota kretek ini tak bisa dipisahkan dengan kelezatan soto Kudus. Bukan hanya rasa legitnya saja tetapi ras gurih alaminya sulit digantikan.

Sudah 68 tahun kecap THG yang dikenal dengan warna label oranye merah menemani setiap santapan warga Kudus. Di atas label sederhana ini tertulis 'Kecap THG, Kecap No.1 THG'. Kecap ini merupakan pelengkap soto Kudus yang tak tergantikan. Konon tanpa kecap ini gurih manis soto Kudus tak bakal bisa terasa. Rasanya tidak manis pekat tetapi manis gurih yang seimbang.

"Kecap yang lokal dan terkenal di Kudus, ya Kecap THG. Semua orang sini (Kudus) tak asing lagi dengan Kecap THG, " ujar Kifli, warga asli Kudus, penikmat kuliner setempat.

Nama THG merupakan singkatan dari Tan Hwie Gong, orang yang merintis usaha kecap manis ini pada 1950. Lokasi pabriknya di Jalan Lingkar Selatan, Desa Tanjung karang, Kecamatan Jati, Kudus, tepatnya di sebelah barat SPBU Proliman Tanjung Karang,Kabupaten Kudus.


Selama 4 Generasi Kecap THG Menemani Lezatnya Soto KudusFoto: Akrom Hazami/detikcom

"Di sini memang tempat pembuatan kecap THG. Ya seperti tempatnya. Hanya di sini Kecap THG diproduksi," kata Roni Wibowo (31), cicit pendiri Kecap THG.

Dulunya, Kecap THG berdiri di tempat berbeda. Bahkan berpindah-pindah. Seperti di Jalan Pemuda tahun 1950-an. Kemudian pada 1980 pindah ke Jalan Bhakti. Selanjutnya, pada 2007 sampai sekarang, baru berpindah ke Jalan Lingkar Selatan. Mereka sengaja pindah lokasi tempat pembuatan kecap agar aktivitas produksi kecap tidak mengganggu warga sekitar.

Adapun saat ini, Kecap THG telah berada di tangan generasi keempat sebagai pengelolanya. Awalnya Kecap THG dirintis oleh Tan Hwie Gong. Kemudian generasi kedua Liem Kina atau Sukinah melanjutkan usaha ini hingga sukses. Selanjutnya diteruskan generasi ketiga Lanniwati dan terakhir dikelola oleh Roni. Setiap generasi berperan mengembangkan Kecap THG menjadi lebih berkualitas.

Selama 4 Generasi Kecap THG Menemani Lezatnya Soto KudusFoto: Akrom Hazami/detikcom

Meskipun banyak produk kecap pabrik yang beredar di pasaran, kecap THG tak gentar. Ini karena mereka punya keunggulan yang terus terjaga, yaitu pemakaian bahan alami. Bahan yang tanpa campuran kimia, dipilih selektif tanpa bahan pengawet. Misalnya,

Kecap THG harus menggunakan kedelai bagus. Di antaranya kedelai dari daerah Juwana Kabupaten Pati, serta beberapa daerah lain. "Kedelai bagus pakainya. Kedelai bagus ya yang tidak pecah. Butirannya tidak besar dna utuh," jelasnya.

Demikian juga dengan gula aren atau gula kelapa sebagai bahan campuran. Hanya gula dari Kebumen yang bisa membuat aroma kecap lebih wangi, gurih, penampilannya juga cokelat cantik.

"Tanggal kadaluarsa kecap bisa sampai satu tahun. Gula kan kalau dimasak dan membuatnya awet dan tahan lama," terangnya.

Selama 4 Generasi Kecap THG Menemani Lezatnya Soto KudusFoto: Akrom Hazami/detikcom

Menurut Rono, fermentasi kedelai memakan waktu sekitar 1-2 minggu. Sedangkan untuk pemasarannya, baru sebatas daerah sekitar seperti Kudus, Jepara, Demak, Pati dan Semarang.

"Kalau warung atau rumah makan yang menjajakan Soto Kudus, pasti mayoritas pakai Kecap THG. Di mana pun letak rumah makan itu, rata-rata pakainya Kecap THG," ungkapnya.

Pantauan di lokasi, sejumlah wanita pekerja mengenakan celemek tampak sibuk menuangkan cairan kecokelatan ke dalam botol. Sementara lainnya mengolah gula. Aktivitas itu dilakukan karyawan di dalam tempat pembuatan kecap THG.

Menanggapi maraknya pemasaran online Kecap THG akan menggarap pasar yang sudah ada. Belum merambah ke online. Ia hanya konsisten menjaga kualitas kecap. Bukan kuantitas. "Yang penting kualitas. Kami amat hati-hati menjaga kualitas," pungkasnya. (odi/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com