Teh Klasik hingga Kekinian

Ini Dia Da Hong Pao, Teh Langka Berharga Fantastis dari Pegunungan Wuyi China

Lusiana Mustinda - detikFood Senin, 26 Feb 2018 18:47 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Pernah mencicip teh ini? Konon, teh yang satu ini sangat langka dan hanya ada di pegunungan Wuyi, China. Bagaimana ya rasa dan berapa harganya?

Bagi pecinta teh, mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk teh mungkin tak berlebihan. Teh bernama Da Hong Pao ini dikenal sebagai teh paling mahal di dunia karena langka. Ahli teh China, Xiangning Wu menjelaskan bahwa hampir tidak ada pohon teh Da Hong Pao yang tersisa kini. Varietas teh antik ini hanya tumbuh di pegunungan Wuyi, Provinsi Fujian, China.

Baca juga: Ini 10 Jenis Teh China yang Paling Populer di Dunia

Ini Dia Da Hong Pao, Teh Langka Berharga Fantastis dari Pegunungan Wuyi ChinaFoto: iStock

"Kelihatannya cocok untuk seorang pengemis tapi harganya terjangkau untuk seorang kaisar," kata Xiao Hui, seorang pembuat teh di Wuyishan. Ia menunjukkan daun Da Hong Pao yang gelap, kusut dan belum selesai di kebun teh keluarganya di Wuyishan.

Di China, teh ini sangat istimewa. Tiap musim semi ada ritual berdoa pada Lu Yu yang dianggap sebagai dewa teh agar tumbuh tunas bari dari teh ini. Menurut beberapa sumber, daun tehnya juga dioles dengan susu kambing. Setelah panen, daun teh dipanggang dan didiamkan hingga puluhan tahun agar rasanya semakin kuat. Bahkan Xiao dan keluarganya, pembuat teh selama beberapa generasi masih pergi ke gunung setiap musim semi untuk memanggil dewa teh, Lu Yu untuk mendatangkan tunas baru.

Da Hong Pao artinya ' tali merah besar' yang asli harganya 30 kali harga emas, hampir 1.400 dollar AS per satu gramnya atau setara Rp 18,4 juta. Namun jika bepergian ke Wuyishan, seorang traveller menemukan banyak teh Da Hong Pao versi antik dan tua kualitas rasional dibandrol dengan harga 100 USD atau sekitar Rp 1,3 juta per kilogramnya.

Tak hanya di China, teh ini juga menarik minat para penikmat teh di luar sana. Bahkan pada tahun 1849, ahli botani Inggris bernama Robert Fortune mengunjungi Wuyishan diam-diam untuk mendapatkan beberapa bibit Da Hong Pao. Ia lalu menanam bibit ini di India, meskipun pada akhirnya gagal.

Namun misi menyamar Fortune terbilang sukses. Ia berhasil dianggap sebagai warga lokal, mengambil bibit, dan mengorek informasi berharga seputar budidaya teh. Fortune lalu menggabungkan benih Da Hong Pao dengan teh asli India. Menurut Theodora Sutcliffe, seorang traveller, kejadian ini merupakan awal terbentuknya industri teh seperti sekarang yang bernilai miliaran dollar per tahun.

Ini Dia Da Hong Pao, Teh Langka Berharga Fantastis dari Pegunungan Wuyi ChinaFoto: iStock

"Tanggal 1 Mei, setelah panen teh dimulai, karpet merah akan digelar untuk meniru hadiah kaisar. Akan ada wanita cantik yang mengenakan kostum tradisonal menaiki pijakan berlumut dan melakukan ritual. Tapi tidak akan ada panen. Ini berarti beberapa gram teh Da Hong Pao yang tersisa sekarang akan disimpan para kolektor teh, dikeringkan tiap tahun untuk meningkatkan cita rasanya, dan memiliki harga amat tinggi. Mungkin semahal berlian pada suatu waktu," tutur Sutcliffe.

Menurut legenda teh Da Hong Pao bisa menyembutkan ibunda kaisar Ming dari penyakit. Hingga kini orang percaya akan khasiats ehat teh ini. Karenanya meski harganya mahal masih saja banyak orang membelinya.

Da Hong Pao yang asli berwarna cokelat kemerahan saat diseduh, 'full bodied' citarasanya dengan aroma panggang yang wangi. Karena mahal harganya, teh ini sering dicampur dengan jenis teh lain atau bunga agar harganya lebih ringan.

(lus/odi)