Hanya Ada Satu Meja, Restoran Indonesia Ini Jadi yang Terkecil di New York

ADVERTISEMENT

Hanya Ada Satu Meja, Restoran Indonesia Ini Jadi yang Terkecil di New York

Lusiana Mustinda - detikFood
Minggu, 28 Jan 2018 07:33 WIB
Foto: Istimewa
New York - Minimarket khusus produk Indonesia ini punya restoran unik. Hanya ada satu meja, restoran ini menjual masakan Indonesia dan jadi yang terkecil di New York.

Restoran unik ini berada di dalam minimarket Indo Java. Lokasinya ada di 8512 Queens Blvd #1, Elmhust, New York. Minimarket sekaligus restoran ini dimiliki oleh Dewi Tjahjadi. Minimarket Indonesia ini sudah berdiri sejak 10 tahun yang lalu dan kini memiliki "Warung Selasa".

Di warung ini hanya tersedia satu meja dan dua kursi untuk pelanggan menikmati makanan. Di Indo Java ada banyak beragam produk asal Indonesia. Mulai dari santan instan, mie instan, bumbu instan hingga ragam camilan enak kesukaan orang Indonesia.

Hanya Ada Satu Meja, Restoran Indonesia Ini Jadi yang Terkecil di New YorkFoto: Istimewa

"Setiap hari Selasa, saya memasak di sini untuk semua pelanggan," ujar Dewi dalam video yang diunggah oleh Twitter Great Big Strory pada (25/01).

Warung Selasa ini memiliki dapur yang sangat kecil karena hanya cukup menampung dua orang saja. Sajian makanan di restoran ini beragam, mulai dari laksa, gudeg, mie ayam, hingga rendang ayam.

Hanya Ada Satu Meja, Restoran Indonesia Ini Jadi yang Terkecil di New YorkFoto: Istimewa

"Sebelum ada toko Indonesia. Banyak orang Indonesia yang sulit menemukan bahan dari Indonesia untuk mengobati rindu. Di sini orang Indonesia akan berbelanja dan berbincang dengan bahasa Indonesia. Itulah imipian kita dan kini semuanya terwujud," cerita Dewi.

Hanya Ada Satu Meja, Restoran Indonesia Ini Jadi yang Terkecil di New YorkFoto: Istimewa

Sangat piawai membuat masakan Indonesia, menurut Dewi dirinya bukanlah seorang chef professional. Tidak memiliki latar belakang pendidikan memasak. Wanita ini justru mengaku hanya belajar dari sang ibu.

"Kalau biasanya chef di restoran bersembunyi di dapur. Saya suka berbicara dengan pelanggan kami saat menyajikan makanan. Jadi kita bisa berbagi cerita," ungkap Dewi. Dan tentu pengunjung pun selalu bekata, "Minggu depan, saya harus datang lagi," ujar Dewi sambil tersenyum.

(lus/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT