Sedang Diare? Anda Bisa Mengatasinya dengan Konsumsi Jahe

Dewi Anggraini - detikFood Rabu, 10 Jan 2018 12:30 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Umumnya, jahe dikenal sebagai obat pereda batuk dan flu. Namun, ternyata jahe juga bisa dijadikan sebagai obat redakan diare yang alami. Kok bisa?

Rempah yang satu ini banyak digunakan di beragam sajian kuliner. Tak hanya rasanya yang enak, tetapi juga bisa membuat tenggorokan hangat dan nyaman. Jahe juga sering dipadu dalam bumbu masakan dan dijadikan minuman hangat.

Tak hanya itu, jahe juga ampuh mengobati diare. Dikutip dalam Medical News Today (8/1), Departemen Ilmu Biologi dan Biomedis Aga Khan University Medical College Karachi di Pakistan menyimpulkan jahe bisa jadi obat diare alami.

Sedang Diare? Anda Bisa Mengatasinya dengan Konsumsi JaheFoto: iStock
Ahli pengobatan herbal sudah sejak lama menggunakan jahe untuk atasi kejang otot. Jahe juga bisa digunakan untuk mengurangi frekuensi buang air besar berlebih dan meringankan sakit perut akibat diare.

Oleh karena itu, banyak praktisi medis yang tertarik untuk mengembangkan jahe sebagai obat. Mereka ingin mengetahui seberapa besar jahe bisa mencegah masalah diare, kembung dan juga mual.

Baca Juga: Sedang Sakit Perut dan Diare, Hindari Konsumsi Makanan Ini

Ini beberapa fakta menarik seputar jahe dan diare. Jahe punya banyak kandungan phytochemicals, zat ini bisa mengatur sistem pencernaan Anda agar bekerja dengan baik. Rempah ini juga bisa meringankan masalah gastrointestinal lainnya, seperti keracunan makanan. Karena jahe adalah bahan herbal alami, jadi tidak akan ada efek sampingnya bagi tubuh.

Lalu bagaimana hubungan jahe dengan diare?

Sedang Diare? Anda Bisa Mengatasinya dengan Konsumsi JaheFoto: Thinkstock
Ternyata kandungan fitokimia yang ada pada jahelah yang sangat bermanfaat sebagai obat diare. Ini dia beberapa manfaat jahe bagi tubuh menurut beberapa periset, praktisi holistik, dan dokter.

1. Jahe bisa meredakan kejang otot di saluran pencernaan bagian bawah. Jadi dapat membantu tubuh untuk mengeluarkan penyebab diare.

2. Bisa mencegah demam (panas dingin) pada saat tubuh terkena penyakit.

3. Mengubah perilaku neurotransmiter tertentu, yaitu bahan kimia yang membantu tubuh mengirim sinyal pada saraf. Sehingga bisa melancarkan peredaran darah.

4. Dapat memerangi infeksi yang menyebabkan diare.

5. Dapat mengobati diare dan maag.

Baca Juga: Mulas Diare dan Kembung Bisa Diatasi Dengan Makanan Enak Ini (dwa/odi)