Kriuk Renyah Soto Klethuk yang Unik dari Blora

Arif Syaefudin - detikFood Kamis, 28 Des 2017 15:01 WIB
Foto: dok. detikFood
Blora - Sate ayam Blora dengan kuahnya sudah lebih dulu populer. Padahal Blora juga punya soto yang tak kalah menarik.

Kabupaten di ujung timur provinsi Jawa Tengah ini dikenal sebagai penghasil kayu jati. Selain itu kota kecil ini juga penua kuliner yang unik.

Secara garis besar, soto klethuk khas Blora tak jauh berbeda dari soto pada umumnya. Kuahnya bening tanpa santan seperti soto Semarang, juga ada tambahan telur layaknya soto Lamongan.

Kriuk Renyah Soto Klethuk yang Unik dari BloraFoto: dok. detikFood

Namun, ketika menyantap soto ini baru akan terasa bedanya. Sensasi mengunyah kerikil menjadi pertama kali yang dirasakan saat menyantap hidangan ini. Dan itulah yang menyebabkan soto ini dijuluki soto klethuk.

Klethuk sendiri merupakan taburan terakhir ketika hidangan ini disajikan. Berbentuk kotak mungil dengan ukurannya yang lebih kurang sama dengan ukuran kacang polong. Teksturnya keras, namun mudah untuk dikonsumsi.

"Klethuk ini dibuat dari singkong yang dipotong kotak kecil-kecil. Lalu digoreng sampai benar-benar garing dan warnanya coklat keemasan. Tanpa klethuk ini, ya soto ini serupa dengan soto pada umumnya," tutur Aminah, pemilik warung soto klethuk Pak Galo di Jalan Gunung Sindoro Nomor 1 c, kecamatan kota Blora.

Kriuk Renyah Soto Klethuk yang Unik dari BloraFoto: dok. detikFood

Ia menyebutkan, menu soto klethuk sejatinya telah ada sejak tahun 90-an. Warung tersebut pertama kali didirikan oleh orang tuanya. Secara turun temurun diwariskan kepada anak-anaknya. Kini, resep soto klethuk sudah banyak dibuat pula oleh warung di sekitaran Blora.

"Kuahnya kurang lebih sama dengan menu soto pada umumnya. Sebenanya klethuk ini sudah ada sejak jama dahulu sekali. Tapi muncul istilah klethuk sejak orang tua buka warung ini," akunya.

Dalam penyajiannya, soto klethuk terdapat suiran ayam, tauge, bihun, telur, bawang goreng, dan yang terpenting yakni klethuk. Menurutnya, tak sedikit pelanggannya yang berasal dari luar Blora. Untuk satu porsi harga Rp 10 ribu.

"Sehari bisa habis 500 porsi itu paling sedikit. Banyak yang jajan disini orang luar juga. Paling enak kalau pakai lauk perkedel dan sate telur puyuh," pungkasnya.

(adr/odi)