Nyam! Tak Usah Dibuang Sedotan Ini Bisa Langsung Dimakan

Dewi Anggraini - detikFood Jumat, 15 Des 2017 18:00 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Sedotan plastik di dunia menyebabkan masalah limbah. Sekarang, ada sedotan yang tak perlu dibuang tetapi bisa dimakan. Seperti apa ya?

Banyaknya sampah plastik yang sulit terurai menyebabkan kerusakan lingkungan. Sedotan plastik merupakan salah satu sampah plastik yang digunakan sehari-hari. Walau bentuknya kecil, namun sampahnya akan menggunung bila penggunaannya banyak.

Dilansir msn.com (14/12) sebuah perusahaan sedotan bernama Loliware menginginkan konsumennya bisa meminum minuman dingin dengan sedotan vanili atau karamel yang lezat. Sedotan yang ditawarkan mempunyai bentuk dan ketahanan yang sama seperti plastik. Sehingga para konsumennya dapat lega karena latte yang mereka minum tidak berdampak buruk pada ekosistem laut.

Perusahaan ini membuat sedotan Lolistraw. Sedotan yang satu ini ramah lingkungan karena dapat Anda makan.

Sebuah penelitian yang dilaporkan saveur.com menerangkan jika penduduk Amerika membuang 500 juta sedotan plastik setiap hari. Jumlah ini cukup untuk mengisi 125 bus sekolah penuh. Dalam jumlah tersebut terdapat 250.000 ton sampah yang mengapung di laut.

Fast Company melaporkan pada tahun 2050 jumlah plastik di lautan diperkirakan melebihi jumlah ikan yang ada. Sangat mengerikan bukan?

Chelsea Briganti, pendiri Loliware, mulai membuat cangkir yang dapat dimakan pada tahun 2015. Ia ingin memberantas limbah dengan tidak hanya melarang orang menggunakan sedotan, melainkan memberikan alternatif lain yang lebih sehat.

"Kami memberikan mereka solusi atas krisis sedotan plastik sekaligus memberi pengalaman yang menyenangkan," ujar Briganti.

"Ini bukan soal pengorbanan konsumen lagi, ini tentang hal yang menyenangkan konsumen dan bersifat berkelanjutan pada saat yang sama," tambahnya

Sedotan ini terbuat dari rumput laut dan bahan material teknologi yang 100% bebas plastik, hiper kompos, ramah laut, dan non transgenik. Menurut Loliware, manfaat menggunakan rumput laut ialah mengurangi pemakaian sumber di darat dan mampu menyerap CO2.

Penampilan sedotan ini menyerupai kertas dan plastik dengan beragam warna terang. Saat ini, perusahaan tersebut melakukan penggalangan dana dengan tujuan pemasaran produknya secara massal ke kedai kopi, stadion, dan restoran yang memiliki pelanggan banyak.

Baca Juga: Ahli Pangan Promosikan Serangga Sebagai Pangan Ramah Lingkungan (dwa/odi)