Hati-hati Beli Piranti Makan dari Keramik, Ada yang Mengandung Racun Timbal

Devi Setya - detikFood Rabu, 13 Des 2017 19:30 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Alat masak dan alat makan berbahan keramik umum dipakai. Konon barang pecah belah ini bisa memicu keracunan. Benarkah?

Perlengkapan dapur yang berbahan keramik umumnya memiliki sifat mengilap. Kabarnya bahan pelapis untuk memberi efek kilap ini mengandung racun timbal. Jika bahan ini masuk ke dalam tubuh dalam waktu lama disinyalir bisa mengakibatkan keracunan.

Dikabarkan National Public Radio (8/12) Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat secara acak menguji beberapa sample wadah berbahan keramik. Hasil pemeriksaan ini kemudian diumumkan oleh Megan McSeveney selaku juru bicara FDA.

"Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan beberapa wadah keramik positif mengandung timbal atau logam timah dan kadmium. Bahan sudah digunakan sebagai glazur keramik selama beberapa tahun," kata McSeveney.

Lalu bagaimana racun timbal ini bisa ada di piranti makan?

Salah satu rangkaian proses untuk membuat keramik adalah melapisi dengan bahan glaze khusus sebelum keramik dibakar. Bahan pelapis ini yang membuat keramik tampak mengilap, mulus dan cantik tetapi juga mengandung timbal.

Dalam laporan yang dirilis tahun 1988 di The Lancet mengungkapkan jika selama proses pembuatan keramik dibakar dalam suhu yang sangat panas dan lama kemungkinan akan aman digunakan. Sebaliknya, saat keramik tidak melewati proses pembakaran yang tidak sempurna maka logam ini bisa mengontaminasi makanan dan menjadi racun.

Sementara saat digunakan dalam rumah tangga, makanan atau minuman asam bisa jadi pemicu lunturnya zat timbal. Laporan penelitian ini juga menyertakan kasus orang di Seattle yang sakit misterius usai menikmati secangkir kopi, penyebabnya adalah keracunan timbal.

Baca juga : Merawat Peralatan Makan Keramik

Edward Puzas, seorang profesor ortopedi dari University of Rochster Medical Center mengatakan sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak akan pernah bisa lepas dari pengaruh timbal. "Bahkan saat masa kekaisaran Romawi, saluran air yang mengadung timbal jadi pemicu masalah kesehatan masyarakat," kata Puzas.

Struktur kimia timbal mirip seperti kalsium sehingga bisa saja masuk dan tercerna dalam tubuh manusia. Puzas menambahkan timbah bisa menyerap dalam tulang dan tersimpan selama puluhan tahun.

Dampaknya baru terasa dalam jangka panjang, salah satunya osteoporosis atau kerapuhan tulang. Keracunan timbal juga menyebabkan darah tinggi, sakit kepala hingga menurunnya kualitas sperma pada pria dewasa. Bagi anak-anak, berdampak pada terganggunya perkembangan anak.

Tapi tak perlu khawatir, FDA sudah memberikan label pada perabot keramik. Keramik yang 'food grade' alias aman untuk makanan selalu memiliki tanda khusus. Tetapi sebagai konsumen, cerdaslah dalam memilih.

Jika ragu, sebaiknya jangan membeli peralatan masak dan makan dari keramik. Anda bisa beralih ke piranti kaca atau bahan lainnya. Tapi tetap aman jika hanya dijadikan pajangan atau aksesoris dalam ruangan. (dwa/odi)