Dengan Rekayasa Genetika, Apel Tetap Putih Setelah Beberapa Saat Dikupas

Lusiana Mustinda - detikFood Rabu, 25 Okt 2017 14:32 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Biasanya, apel akan berubah warna menjadi kecokelatan ketika terkena paparan udara. Tapi, perusahaan ini ciptakan apel anti browning. Kok bisa ya?

Apel Arctic merupakan apel yang dihasilkan dari rekayasa genetika pertama di dunia yang tidak mudah berubah kecokelatan ketika terkena udara ataupun setelah dipotong. Apel ini dikembangkan oleh perusahaan Kanada bernama Okanagan Specialty Fruits.

Baca juga: Kini Apel Bisa Tetap Putih Meskipun Sudah Dikupas Kulitnya

Dikutip dalam Odditycentral (20/10), apel biasa akan rusak sesaat setelah dipotong, digigit atau terkena paparan oksigen. Enzim yang disebut dengan polifenol oksidase (PPO) ini memulai reaksi kimia yang mengubah daging buah menjadi cokelat. Beberapa varietas apel juga mengalami browning lebih cepat, dan beberapa jenis lainnya memiliki tingkat kecokelatan yang lebih rendah karena pengaruh tingkat PPO, namun Apel Arctic ini adalah apel non browning pertama di dunia.

Dengan Rekayasa Genetika, Apel Tetap Putih Setelah Beberapa Saat DikupasFoto: Istimewa


Daging buahnya akan tetap mempertahankan warna segar, bahkan beberapa hari setelah diiris. Dengan adanya penemuan ini Fruit Specialty Okanagan menganggap ini akan meningkatkan konsumsi apel dan kurangi limbah buah.

Neil Carter, Presiden Okanagan dan Istrinya Louisa telah menghabiskan waktu selama 20 tahun terakhir untuk mengembangkan Apel Arctic yang bisa dimanfaatkan untuk mengurangi limbah apel. Tanaman apel ini pertama ditanam dari jenis apel non browning Golden Delicious dan apel Granny Smith di tahun 2003 dan semenjak itulah bertahun-tahun mereka menguji buah yang dimodifikasi secara genetik dan memastikan bahwa pengembangan ini tidak menimbulkan risiko kesehatan atau lingkungan.

Menurut bukti yang dilaporkan oleh U.S. Department of Agriculture, mengatakan bahwa Apel Arctic ini sama saja seperti apel pada umumnya, hanya saja ia dibuat tanpa efek browning. "Meskipun PPO lebih sedikit dibandingkan dengan varietas jenis non browning, pohon Apel Arctic ini memiliki perilaku yang sama seperti pohon apel lainnya," tulis pernyataan dalam situs Arctic apples.

Selain itu, mereka juga menjelaskan bahwa buahnya sama sehatnya dan tidak mengandung protein baru. Meskipun Arctic Granny memiliki kandungan gizi yang sama dengan Granny Smith biasa, varietas Apel Arctic tidak mengalami reaksi browning yang biasanya bisa "membakar" nutrisi sehat seperti vitamin C dan antioksidan.

Semuanya dimulai bertahun-tahun lalu, ketika genom apel dipetakan. Mereka mengidentifikasi empat gen yang bertanggung jawab untuk memproduksi PPO dan menggunakan pembungkam gen untuk menolak ekspresi PPO, yang hampir menghilangkan produksi PPO sehingga buahnya tidak berwarna cokelat.

Dengan Rekayasa Genetika, Apel Tetap Putih Setelah Beberapa Saat DikupasFoto: Istimewa


"Kami melihat ini bukan karena modifikasi genetik, tapi lebih kepada kenyamanan," jelas Neil Carter kepada The Washington Post. "Saya pikir konsumen sangat siap dengan apel yang tidak browning ini," ungkapnya.

Dengan membuat apel terlihat segar dan menarik lebih lama, apel ini juga bisa menjaga kualitas nutrisi tetap optimal dan berharap mengurangi limbah makanan. Namun, kritikus GMO menganggapnya tidak perlu. Beberapa bahkan mengklaim bahwa dengan membungkam produksi PPO, perusahaan Carter dapat menipu konsumen tentang kesegaran buah.

"Mungkin karena Apel Arctic tidak mengalami proses enzimatik jadi kecokelatan, mereka menyamarkan buah yang sudah lama atau rusak? Tidak, justru sebaliknya! "Situs arctic mentakan, apel nantinya juga akan membusuk seperti apel lainnya dan akan menunjukkan kecokelatan jika terkena jamur. Tapi dalam waktu singkat, tak akan terjadi browning.

Di bulan November nanti, buah ini akan dijual di 400 supermarket dan juga toko di seluruh Amerika Serikat. Mau coba?

Baca juga: Ini Cara Hilangkan Lapisan Lilin pada Apel Segar (msa/odi)