Makan Pisang Cegah Serangan Jantung hingga Madu Seharga Rp 79 Juta Per Kg

Berita Terpopuler

Makan Pisang Cegah Serangan Jantung hingga Madu Seharga Rp 79 Juta Per Kg

Maya Safira - detikFood
Rabu, 11 Okt 2017 08:02 WIB
Makan Pisang Cegah Serangan Jantung hingga Madu Seharga Rp 79 Juta Per Kg
Foto: Istimewa
Jakarta - Konsumsi pisang bisa cegah serangan jantung dan stroke. Ada madu yang harganya sangat mahal, sampai Rp 79 juta per kilogram!

Buah pisang tidak cuma enak jadi menu sarapan atau camilan. Pisang juga mengandung sejumlah nutrisi penting yang baik bagi kesehatan. Jenis madu bernama Elvish harganya sangatlah mahal. Bisa mencapai Rp 79 juta per kg. Ternyata ada keistimewaan dibalik madu ini.

Kopi dan teh ternyata punya efek baik bagi penderita diabetes, khususnya wanita. Sebuah studi menunjukkan minum kopi atau teh secara teratur bisa menurunkan risiko kematian pada wanita penderita diabetes.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut 3 berita terpopuler dari Detikfood pada Selasa (10/10).

1.

Foto: iStock
Buah pisang terkenal mengandung potassium. Sebuah studi di Universitas Alabama menemukan makanan tinggi potassium bisa mencegah pembuluh darah arteri mengeras.

Peneliti melakukan eksperiman pada tikus dan menemukan tikus yang diberi ekstra asupan potassium mengalami lebih sedikit kekakuan aorta. Sementara tikus yang mendapat asupan potassium normal atau lebih sedikit, punya risiko lebih tinggi alami kekakuan pembuluh darah arteri.

Baca juga: Makan Pisang Bisa Cegah Serangan Jantung dan Stroke, Ini Alasannya!

2.

Foto: Istimewa
Madu asal Turki ini dikenal sebagai madu termahal di dunia. Harganya mencapai 5.000 euro atau sekitar Rp 79 juta per kg. Tingginya harga madu karena didapat dengan cara sulit dan merupakan madu alami. Sehingga didapat langsung dari alam.

Madu Elvish dikestrak dari gua dengan kedalaman 1.800 meter. Gua ada di lembah Saricayir, kota Artvin di utara Turki.

Baca juga: Dihargai Rp 79 Juta Per Kg, Ini Alasan Harga Madu Elvish Bisa Beli Mobil!

3.

Foto: iStock
Peneliti dari Universitas Porto di Portugal mencoba mencari tahu hubungan antara berbagai tingkat asupan kafein dan kematian.

Selama 11 tahun penelitian, para periset menemukan bahwa wanita dengan diabetes yang mengonsumsi kafein hingga 100 mg per hari, 51% lebih kecil kemungkinan meninggal. Daripada mereka yang tidak mengonsumsi kafein.

Baca juga: Kopi dan Teh Baik untuk Wanita Penderita Diabetes, Ini Kesimpulan Studinya

Halaman 2 dari 4
(msa/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads