Nyam! Nasi Lemak Kini Jadi Rasa Terbaru Kondom dari Malaysia

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Kamis, 28 Sep 2017 16:14 WIB
Foto: Istimewa
Jakarta - Kondom dengan aroma dan rasa makanan bukanlah hal baru. Kali ini di Malaysia ada kondom nasi lemak. Seperti apa ya?

Perusahaan kondom raksasa, Karex sudah mengeluarkan banyak kondom bercita rasa makanan. Mulai dari anggur hingga duren yang diklaim bertekstur lebih baik untuk ciptakan kesenangan.

Dikutip dari Channel News Asia (27/9), kini Karex memperkenalkan varian kondom baru yang terinspirasi nasi lemak. Sajian nasi populer di Malaysia ini bercita rasa gurih dengan lauk kari, ikan bilis, telur rebus, kacang goreng dan sambal.

Nyam! Nasi Lemak Kini Jadi Rasa Terbaru Kondom dari MalaysiaFoto: Istimewa

Baca Juga: Strawberry dan Cokelat, Aroma Kondom Favorit Wanita

"Kami warga Malaysia terbagi berdasarkan pilihan politik, agama dan ras," ujar petinggi Karex, Goh Miah Kiat di kantornya di Port Klang. "Saya rasa satu hal yang menyatukan kita semua adalah: 'Dimana tempat menikmati nasi lemak terbaik yang pernah kamu cicip?,'" lanjutnya.

Karex yang menjual kondom dengan nama Carex lalu menghabiskan 6 bulan untuk uji coba aroma dan rasa kondom nasi lemak ini. Kabarnya kondom beraroma kelapa dan dilapisi lubrikan hangat.

Kini Karex sedang membuat kemasan yang tepat untuk kondom ini. Rencananya kondom nasi lemak akan dipasarkan bulan November atau Desember.

Nyam! Nasi Lemak Kini Jadi Rasa Terbaru Kondom dari MalaysiaFoto: Istimewa

Baca Juga:
Kondom, Tikus Hingga Jari Manusia Pernah Terselip Dalam Makanan Restoran Fast Food (2)

Goh menjelaskan kondom nasi lemak lebih dari sekadar trik pemasaran. Lebih lanjut lagi ia ingin mendorong pengunaan alat kontrasepsi di negara berpenduduk mayoritas Muslim ini. "Bagi saya ini tentang kesehatan masyarakat. Saya ingin menyampaikan pesan kepada orang-orang," lanjut Goh.

Adapun kondom nasi lemak ditujukan untuk pasar lokal Malaysia tapi tak menutup kemungkinan kondom turut dipasarkan di luar negeri. Tiap tahunnya Karex memproduksi lima miliar kondom dari empat pabriknya.

(adr/odi)