Kenya Terapkan Hukuman 4 Tahun Penjara untuk Produsen Kantung Plastik

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Rabu, 30 Agu 2017 14:24 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Sampah plastik jadi masalah serius di Kenya, Afrika. Pemerintah bahkan terapkan hukuman 4 tahun penjara jika seseorang memproduksi kantung plastik.

Hukuman 4 tahun penjara atau denda 40.000 USD (Rp 533 juta) bukan hanya untuk orang yang memproduksi kantung plastik. Tetapi juga orang yang menjual dan mendistribusikannya.

Reuters (28/8) melaporkan aturan ini sudah berlaku Senin kemarin. Kenya pun melengkapi daftar negara yang sudah melarang kantung plastik. Bergabung dengan China, Prancis, Rwanda dan Italia.

Sampah kantung plastik.Sampah kantung plastik. Foto: Istimewa

Masalah sampah kantung plastik adalah persoalan besar. Pasalnya banyak sampah kantung plastik mengalir ke laut menyebabkan kura-kura, burung laut hingga lumba-lumba dan paus mati karena mengonsumsinya.

"Kalau hal ini terus terjadi, di tahun 2050, laut kita akan lebih penuh plastik dibanding ikan," ujar Habib El-Habr, pakar sampah kelautan yang bekerja untuk Program Lingkungan PBB di Kenya.

El-Habr menjelaskan kantung plastik butuh waktu 500-1000 tahun untuk dipecah. Bahkan bisa saja dikonsumsi manusia lewat kontaminasi terhadap ikan dan binatang lain.

Sebuah rumah potong hewan di Nairobi menemukan beberapa sapinya mati karena mengunyah 20 kantung plastik. "Ini sesuatu yang kita tidak temui 10 tahun lalu tapi sekarang sering terjadi," ujar dokter hewan Mbuthi Kinyanjui yang menangani sapi tersebut.

Aturan di Kenya memperbolehkan polisi menegur siapapun yang membawa kantung plastik. Tapi Menteri Lingkungan Kenya, Judy Wakhungu menegaskan hukuman dijatuhkan untuk mereka yang memproduksi dan mengedarkannya.

Buang sampah plastik di Kenya denda 4 tahun penjara.Buang sampah plastik di Kenya denda 4 tahun penjara. Foto: Istimewa

Butuh waktu lebih dari 10 tahun sebelum aturan soal kantung plastik ini diberlakukan. Tak semua orang menyetujuinya.

Samuel Matonda, juru bicara untuk Kenya Association of Manufacturers menegaskan aturan ini akan berdampak buruk pada perekonomian.

Pasalnya 176 produsen plastik akan tutup. Membuat 60.000 orang juga kehilangan pekerjaannya. "Dampaknya akan sangat parah," ujar Matonda.

Menurutnya penjual sayur di pasar juga akan terkena imbas. "Bagaimana pelanggan mereka membawa sayur ke rumah," tanya Matonda

Sementara itu, jaringan supermarket besar di Kenya seperti Carrefour dan Nakumatt sudah menawarkan alternatif lain untuk pelanggan. Penggunaan kantung plastik digantikan dengan tas kain sebagai alternatif. (lus/odi)