Di Sini Anda Bisa Menyelam Sambil Melihat Pembuatan Wine di Dasar Laut!

Lusiana Mustinda - detikFood Jumat, 28 Jul 2017 15:47 WIB
Foto: Lonely Planet
Jakarta - Kroasia punya winery bawah laut pertama yang terbuka untuk umum. Anda bisa menikmati pemandangan dasar laut sambil melihat proses pembuatan wine.

Pecinta wine biasanya sering mengunjungi kebun anggur atau winery di Prancis atau California Wine Country. Tapi kalau Anda punya jiwa petualang, langsung saja datang ke sini. Winery bawah laut ini yang pertama di Kroasi baru saja dibuka di Drace tepatnya terletak di Semenanjung Peljesac.

Para pelancong ataupun turis bisa bergabung dengan penyelam berpengalaman untuk menjelajahi dunia bawaj lauy Edina Vina yang teraembunyi serya melihat perahu tua yang tenggelam di dasar laut Teluk Ston Mali.

Anggur yang digunakan untuk pembuatan wine.Anggur yang digunakan untuk pembuatan wine. (Foto: Lonely Planet)

Baca juga: Menyimpan Wine di Bawah Laut Terbukti Membuat Rasa Wine Lebih Enak

Wine ini dimiliki oleh Ivo, Anto Segovic dan Edi Bajurin. Setelah berumur tiga bulan, wine ini disimpan dalam kendi tanah liat yang dikenal sebagai amphorae di bawah laut selama 1-2 tahun. Tidak hanya diajak menjelajah bawah laut, Anda juga akan mengunjungi 'tempat rahasia' sekaligus dijelaskan mengenai bagaimana wine Navis Mysterium atau "misteri laut" mereka disimpan dengan cara ini.

Pembuatan wine dimulai dari daratan, tentu saja di Edivo Vina. Kemudian buah anggur dipanen dari tanaman anggur disekitar Drace dan sudah berusia tiga bulan di darat. Setelah itu wine dipindahkan ke dalam kendi amphorae khusus.

Proses penenggelaman wine di dasar laut.Proses penenggelaman wine di dasar laut. (Foto: Lonely Planet)

Dengan metode amphorae, wine ini dipercaya akan menghasilkan aroma khas kayu pinang. Dan menurut sang pemilik bahwa wine tersebut tidak kehilangan kualitas, warna dan aroma.

Botolnya dilindungi dengan gabus dan dua lapis karet dan disusun dalam rak yang diamankan dengan gembok untuk mencegah pencurian. Botolnya disimpan dalam kedalaman 20 meter untuk disimpan selama dua tahun. Pengecekan dilakukan oleh sang pemilik setiap 10 hari, pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada air laut yang menembus ke dalam amphorae.

Wine yang disimpan bertahun-tahun di bawah laut.Wine yang disimpan bertahun-tahun di bawah laut. (Foto: Lonely Planet)

Selain anggur dari amphorae, ada juga botol anggur yang "tua" di laut Adriatik. Perahu cekung yang ditenggelamkan di dasar laut ini digunakan sebagai gudang bawah air sekaligus tempat penyimpanan amphorae selama 700 hari dengan suhu 15-17 derajat.

Dikutip dalam Lonely Planet, menurut pemilik ide ini sebenarnya sudah ada sejak lima tahun lalu dan mereka percaya bahwa laut memberikan pendingin alami dalam kondisi ideal dan keheningan sempurna. Disimpan dalam bawah air, juga disebut-sebut dapat meningkatkan kualitasnya.

Menyelam bersama untuk mengambil wine di bawah laut.Menyelam bersama untuk mengambil wine di bawah laut. (Foto: Lonely Planet)

Sangking lamanya, amphorae ditutupi oleh kerang hingga makluk laut lainnya. Pengalaman ini seperti menemukan 'harta karun' terpendam, Anda cukup membayar sekitar 270 pound atau sekitar 4,7 juta rupiah.

"Para tamu sekarang memiliki kesempatan untuk melihat secara langsung seluruh proses amphorae wine di tempat yang memancarkan karakteristik tradisional dari Peninsula,"tutur sang pemilik dalam Independent (15/06).

Baca juga: Subrina, Wine Jepang yang Disimpan 7 Bulan di Bawah Laut (lus/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com