Gurihnya 'Fried Chicken'

Kenapa Ayam Broiler Paling Cocok untuk Fried Chicken?

Lusiana Mustinda - detikFood Kamis, 20 Jul 2017 08:40 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Ayam broiler jadi pilihan utama untuk diolah dengan lapisan tepung dan digoreng kering. Mengapa jenis ayam ini paling cocok?

Jenis ayam yang beredar di pasaran cukup beragam. Ada ayam kampung, ayam pejantan dan ayam broiler atau ayam negeri. Dari jenis-jenis ayam tersebut ayam broiler paling sering diolah menjadi fried chicken alias ayam goreng ala Amerika.

Ayam broiler sering disebut juga dengan ayam ras pedaging. Ayam ini merupakan hasil dari persilangan antara ayam Cornish dengan Plymouth Rock. Dengan diberikan pakan yang berkualitas tinggi, sistem perkandangan yang bak serta perawatan dan pencegahan penyakit. Ayam broiler lebih cepat gemuk dibandingkan dengan jenis ayam lainnya. Waktu produksinya cukup singkat, hanya sekitar 4-5 minggu, daging ayam sudah bisa dipasarkan.

Baca juga: Wortel Tingkatkan Berat Badan Ayam Broiler, ini Penelitiannya

Kenapa Ayam Broiler Paling Cocok untuk <i/>Fried Chicken</i>?Foto: iStock

Selain itu ada beberapa alasan mengapa ayam ini yang paling cocok diolah jadi fried chicken ala Amerika.

1.Daging dan lemaknya tebal
Tidak hanya memiliki bobot yang tinggi dan waktu produksinya yang cepat, daging ayam broiler ini lebih tebal. Selain itu juga memiliki lapisan lemak yang merata di seluruh bagian. Ini karena jenis pakan dan cara berternak yang membuat ayam broiler punya daging dan lemak yang khas.

Karenanya saat dibalut tepung dan digoreng dalam minyak panas, dagingnya cepat empuk. Belum lagi lapisan lemak di dalam daging menjaga tekstur daging tetap juicy. Tentu saja rasanya lebih gurih. Bahkan lapisan lemak di bawah kulit memberi rasa renyah yang sangat enak.

Kenapa Ayam Broiler Paling Cocok untuk <i/>Fried Chicken</i>?Foto: iStock

2. Harga
Soal harga, ayam broiler juga lebih terjangkau dibandingkan dengan ayam kampung. Biasanya di pasar, pedagang menjual ayam broiler dalam bentuk per kilogram. Per kilonya ayam broiler dibandrol dengan harga sekitar Rp 20.000 hingga Rp 23.000-an. Seekor ayam broiler beratnya bisa mencapai sekitar 1,5 Kg hingga 2 Kg. Sedangkan untuk harga ayam kampung dipasaran dijual sekitar Rp 65.000 hingga Rp 75.000 per ekornya.

Seekor ayam kampung memiliki berat sekitar 1,2 Kg. Ayam kampung punya tekstur daging yang lebih padat sehingga memerlukan proses pemasakan yang lebih lama. Karena tekstur dagingnya lebih liat, jenis ayam ini tak cocok untuk digoreng langsung.

Kenapa Ayam Broiler Paling Cocok untuk <i/>Fried Chicken</i>?Foto: iStock

3.Proses memasak yang cepat
Proses memasak berkaitan dengan harga jual. Ayam broiler mudah dipotong-potong dan tiap bagian ayam punya ciri khas rasa yang berbeda. Jika harus direndam bumbu, hanya perlu waktu kurang dari 1 jam. Ini karena dagingnya berair dan berlemak sehingga mudah menyerap bumbu.

Saat digoreng apalagi dengan mesin deep fryer, ayam mudah matang merata dengan bagian luar yang renyah garing. Inilah yang membuat fried chicken bisa dibuat cepat dalam jumlah banyak dan waktu singkat.

Baca juga: Mau Bikin 'Fried Chicken' yang Gurih Renyah? Cermati Trik Ini! (lus/odi)