Selain Membuat Makin Dekat dan Sayang, Memasak Beri 5 Manfaat Psikologis pada Keluarga

Selain Membuat Makin Dekat dan Sayang, Memasak Beri 5 Manfaat Psikologis pada Keluarga

Lusiana Mustinda - detikFood
Selasa, 18 Jul 2017 17:52 WIB
Selain Membuat Makin Dekat dan Sayang, Memasak Beri 5 Manfaat Psikologis pada Keluarga
Foto: Memasak bersama
Jakarta - Seiring dengan zaman, waktu memasak untuk keluarga sangat jarang ditemukan. Memasak seringkali dianggap sebagai beban. Tapi ternyata, memasak bagi orang lain memiliki manfaat psikologis yang baik bagi diri sendiri.

Banyak orang selalu mencari cara untuk mempermudah memasak, sesuai dengan jadwal mereka yang sibuk. Resep yang mudah tentu saja membantu mempercepat proses memasak, tapi ada hal yang tidak kita ketahui bahwa masakan, terutama bila dimasak untuk orang lain memiliki beberapa manfaat psikologis yang positif.

Baca juga : Karena 5 Manfaat Positif Ini, Seringlah Memasak Bersama Anak

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari www.huffingtonpost.com (17/7), berikut merupakan manfaat psikologis memasak untuk orang lain.

1. Memasak untuk orang lain merupakan tindakan alturistik

Foto: Memasak bersama
Melakukan sesuatu untuk orang lain dapat disebut sebagai tindakan altruisme. Altruisme sendiri adalah tindakan atau perhatian terhadap kesejahteraan orang lain. Tentu saja altruisme bisa membuat seseorang merasa senang dan terhubung dengan orang lain.

Menurut Julie Ohana, pekerja sosial klinis dan ahli terapi kuliner, ada peningkatan kepercayaan dan harga diri saat memasak untuk orang lain. Hal ini merupakan efek psikologis saat melakukan suatu kemampuan yang baik bagi orang lain.

2. Memasak adalah bentuk pemberian

Foto: Memasak bersama
Saat memasak untuk orang lain ada unsur lain di dalamnya, yaitu memberi atau membantu orang lain.

"Memberi kepada orang lain dapat memberi banyak hal kepada kita. Saat kita memasak untuk orang lain, kebutuhan mereka akan terpenuhi. Kita tidak akan hanya merasa bahwa kita telah berbuat baik dengan memberi, tapi juga fakta bahwa kita telah membantu mereka," ungkap Michal AviShai, seorang ahli terapi kuliner yang bergelar master dari Lesley College dalam terapi seni.

"Anda menyediakan dukungan sosial dan instrumental dengan memberi mereka makanan, rejeki, dan sesuatu yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup. Berpartisipasi dalam kegiatan seperti ini dapat membantu rasa percaya diri, rasa memiliki, kedekatan, dan keintiman. Hal tersebut dapat meningkatkan kebahagian, menurunkan rasa depresi, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan,"ungkap Matthew Riccio, Fellow Research Foundation

3. Memasak bisa menciptakan ikatan

Foto: Memasak bersama
Memasak untuk orang lain juga membantu mengikat kita kepada orang yang kita cintai dan sesama manusia.

"Jika Anda memasak untuk seseorang, bahkan jika mereka tidak bersama dengan kita saat beraktivitas, dapat menciptakan kedekatan. Memasak merupakan wujud ekspresi rasa cinta dan perhatian. Memberi mereka makanan yang mereka butuhkan secara potensial, akan menunjukkan kepada mereka bahwa Anda mendukung mereka. Hal tersebut dapat menumbuhkan kedekatan dalam hubungan," ungkap Riccio.

4. Memasak adalah bentuk perawatan diri

Foto: Memasak bersama
Memasak sebenarnya memberi manfaat bagi diri sendiri. Dengan meluangkan waktu untuk memasak, berarti memberi makanan bagi tubuh. Memasak tentu saja dapat membuat makanan lebih sehat.

"Ada unsur perawatan diri dalam memasak. Jika Anda memasak makanan yang sehat untuk diri Anda sendiri, maka akan membuat diri Anda lebih baik. Memberi makan pada diri sendiri dengan memasak sangatlah penting," jelas Nedra Shield, pekerja sosial klinis bersertifikat di Northampton Center

5. Memasak dapat meningkatkan kualitas kesadaran diri

Foto: Memasak bersama
Meningkatkan kualitas diri memiliki manfaat untuk meningkatkan konsentrasi, mengurangi stres dan mendorong gaya hidup sehat.

"Memasak adalah salah satu tugas yang bisa mendorong Anda untuk benar-benar fokus. Memasak lebih dari sekedar membantu kita mempraktekkan kualitas kesadaran diri, ini juga dapat membantu kita membuat koneksi dengan orang yang memasak bersama kita,"jelas Shield.

"Waktu yang dihabiskan di dapur cocok untuk menjadi introspektif. Semua indra terikat pada pengalaman memasak, dan ingatan terhubung dengan indera penciuman. Saat Anda berada di dapur dan memasak sesuatu, itu bisa membawa kenangan akan hidangan yang biasa Anda makan bersama kakek dan nenek. Seseorang mudah mengingat kembali kenangan saat mereka memasak," ungkap Ohana.

Terhubung kembali dengan kenangan itu, terutama kenangan yang bahagia dan positif. Bahkan beberapa ilmuwan percaya bahwa hal tersebut dapat digunakan sebagai pengobatan depresi yang efektif.

Baca juga : Ini Manfaat Positif dari Kegiatan Memasak untuk Anak (1)
Halaman 2 dari 6
(lus/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads