Juru masak bubur sup, Hamdan mengatakan, bubur berbahan beras ini dibagikan secara gratis. Warga berbondong-bondong datang menjelang sore dan rela mengantre untuk memperoleh bubur sup.
"Bubur sup ini bahannya beras, daging, kentang, wortel. Selain itu juga ada bumbu masak, merica, bawang goreng dan daun sup," kata Hamdan, Senin (29/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: detikcom |
Menurutnya Ramadan kali ini, pihaknya menyediakan 900 porsi bubur sup untuk setiap harinya. Bubur ini boleh disantap saat berbuka di Masjid Raya dan juga diperbolehkan untuk dibawa pulang.
Untuk membuat 900 porsi bubur sup ini, terdapat 4 juru masak. Proses memasak pun membutuhkan waktu selama 3 jam yang dimulai sejak pukul 13.00 WIB. "Dana untuk bubur sup ini diperoleh dari donatur, dananya mencapai Rp 100 juta," ujar Hamdan.
Foto: detikcom |
Setelah masak, bubur pun kemudian dibagikan ke warga yang terdiri dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Warga pun rela berdesakan sambil memegang tempat yang sebelumnya mereka bawa dari rumah.
"Bubur sup ini sudah berjalan 65 tahun. Tempat masaknya yaitu kancah dari tembaga," kata Hamdan.
Bubur yang lembut hangat, dengan rasa gurih daging dan sayuran, memang sangat pas dinikmati saat berbuka puasa. Bubur sup inipun jadi sajian ramadan ikonik Masjid Raya Al Mashun, Medan. (odi/odi)

Foto: detikcom
Foto: detikcom
KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN