UEA Buat Kampanye Baru untuk Atasi Pemborosan Makanan Selama Ramadan

Maya Safira - detikFood Selasa, 09 Mei 2017 18:57 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Pada bulan Ramadan kerap terjadi peningkatan limbah makanan yang dibuang restoran, hotel hingga rumah tangga. Karena itu UEA membuat kampanye untuk mengurangi jumlahnya.

Pembuangan sisa makanan diperkirakan akan naik di UEA dari 2,7 kg per orang tiap harinya jadi 4,5 kg saat Ramadan. Ini berkaitan dengan sahur dan buka puasa bersama, sebut seorang pejabat Dubai.

Berlebihnya jumlah limbah jadi bagian masalah nasional. Kerugian akibat pembuangan makanan itu diperkirakan Dh 4 miliar (Rp 15,5 triliun) per tahun. Menjadikan UEA sebagai yang tertinggi keempat di dunia per kapita karena membuang kelebihan makanannya.

UEA Buat Kampanye Baru untuk Atasi Pemborosan Makanan Selama RamadanFoto: iStock


"Kita berada di belakang Arab Saudi, Indonesia dan Amerika Serikat. Tiap orang membuang 196 kg makanan tiap tahun," ungkap Mohammad Abdullah Alhaj Al Zarouni, manajer Emirates Red Crescent di Dubai.

Lonjakan pembuangan makanan tersebut akan diatasi dengan kampanye anti limbah makanan oleh Dubai Carbon. Begitu juga proyek UAE Food Bank yang akan mendorong penduduk untuk menyumbangkan kelebihan makanan pada 100 kulkas food bank di seluruh UEA, lapor Gulf News (7/5).

Proyek UAE Food Bank sebenarnya sudah diumumkan pada bulan Januari oleh Sheikh Mohammed Bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA sekaligus Penguasa Dubai. Keberadaannya untuk mengurangi limbah makanan dan membantu memberi makan orang yang membutuhkan di dalam dan luar negaranya.

Saat peluncuran cabang pertama UAE Food Bank pada bulan April, Hussain Nasser Lootah selaku direktur jenderal Dubai, mengatakan kulkas food bank akan disediakan di beberapa lokasi. Seperti masjid, tempat tinggal dan tempat umum lainnya selama Ramadan ini.

"Masyarakat umum bisa menyumbangkan kelebihan makanan melalui kulkas ini. Mereka perlu mengikuti panduan keamanan pangan dan kebersihan. Orang-orang yang lewat bisa mengambilnya jika mereka butuh makanan," kata Hussain Nasser Lootah.

UEA Buat Kampanye Baru untuk Atasi Pemborosan Makanan Selama RamadanFoto: iStock


Sementara itu, Dubai Carbon akan meluncurkan kampanye yang disebut "District Waste" pada hari-hari menjelang Ramadan. Kampanye dilakukan untuk mengurangi limbah makanan yang dibuang penduduk, restoran, hotel dan food court di sekitar UEA.

"Di UEA, kita membuang 2,7 kg per hari per individu. Jumlahnya meningkat sampai 4,5 kg selama Ramadan," ujar Ivano Ianelli, CEO Dubai Carbon, kepada Gulf News.

Sekitar 40 persen sampah yang dibuang ke tempat pembuangan terkait limbah makanan organik, tambahnya. Ianelli mengatakan untuk beberapa orang, tradisi makan besar yang tersedia saat buka puasa dan sahur jadi cara menunjukkan apresiasi mereka.

"Kebaikan seharusnya tidak fokus pada terlalu banyak makanan, seharusnya ada pergeseran ke jumlah makanan yang sempurna. Konsumsi makanan dimana tidak ada yang dibuang jadi skenario terbaik. Pesannya adalah tidak ada alasan untuk membuang makanan," jelas Ianelli. (msa/odi)