Wadah Plastik Belum Tentu Aman untuk Panaskan Makanan di Microwave

Lusiana Mustinda - detikFood Jumat, 05 Mei 2017 14:22 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Untuk memanaskan makanan dengan microwave perlu memilih wadah. Penggunaan wadah plastik ternyata tak disarankan.

Microwave menjadi salah satu alat di dapur yang sering diandalkan untuk menghangatkan makanan. Akan tetapi, penggunaan wadah sembarangan ternyata bisa memunculkan efek negatif bagi kesehatan tubuh.

Wadah yang disebut berbahaya adalah plastik. Sebagian besar plastik berasal dari petrokimia seperti minyak, gas alam atau batu bara yang jika bereaksi dengan panas akan menimbulkan masalah kesehatan.

Ketakutan terhadap makanan berwadah plastik yang dimasukkan ke dalam microwave ini terkait dengan plasticizer. Ini merupakan zat yang biasanya ditambahkan ke dalam wadah plastik untuk memudahkan pembentukan dan fleksibilitas dalam proses pembuatannya.

Wadah Plastik Belum Tentu Aman untuk Panaskan Makanan di MicrowaveFoto: Thinkstock/iStock
Ada dua pelembut yang umum digunakan dalam pembuatan wadah plastik. Ada bisphenol-A (BPA) dan phthalate yang dianggap sebagai pengganggu endokrin yang dalam dosis tinggi dapat mengganggu sistem endokrin.

Berhubungan dengan phthalate, Dr Leonardo Trasande dari New York University Langone dan juga timnya mengungkapkan bahwa senyawa ini bisa menimbulkan resistensi insulin pemicu diabetes dan tekanan darah tinggi.

Dilansir dalam Fox News (04/05) gangguan sistem endokrin juga dapat menyebabkan tumor, cacat lahir dan gangguan perkembangan lainnya. Pelapis plastik bisa saja bocor dan mengontaminasi makanan saat dihangatkan dengan panas tinggi.

Namun, Food and Drug Administration (FDA) mengidentifikasi potensi risiko ini sejak dini dan sebagai hasilnya, kini plastik untuk makanan harus taat kepada peraturan ketat yang ada. Dimana, produsen perlu mematuhi spesifikasi ini atau produk mereka tidak akan disetujui untuk digunakan dalam microwave.

Wadah plastik yang lolos dalam inspeksi FDA diizinkan untuk memberi label pada produk mereka dengan logo "microwave safe" atau menampilkan simbol pada kemasannya yang menandakan aman dipanaskan dalam microwave.

Good Housekeeping, pernah melakukan percobaan menghangatkan makanan pada microwave di 31 wadah plastik yang berbeda dan menemukan hampir tidak adanya residu plastik yang tercampur dengan makanan.

Wadah Plastik Belum Tentu Aman untuk Panaskan Makanan di MicrowaveFoto: iStock
Tidak semua wadah plastik dirancang untuk menahan panasnya microwave. Plastik China tidak melalui evaluasi FDA yang ketat dan bisa saja meleleh jika terkena suhu panas yang tinggi.

Dilansir dalam Time (04/05) perhatikan juga kode daur ulang pada bagian bawah wadah. Kode 3 atau 7 perlu dihindari. Dan bukan hanya wadah plastik tapi analisis terhadap 455 produk plastik biasa, termasuk yang diduga bebas BPA ditemukan bahwa 70 persen dinyatakan positif melakukan aktivitas estrogenik, jumlahnya akan naik 95 persen ketika plastik disadap.

Untuk menghindari risiko, cukup gunakan wadah plastik yang diberi label "microwave safe" dan hindari menggunakan wadah yang sudah retak atau tergores. Karena cenderung dapat membuat plastik meleleh dan bisa saja masuk ke makanan. (lus/odi)