Pengusaha Matilda Ho punya ide memasukkan mie ulat sutra dalam menu makanan di restoran China. Managing Director dari startup incubator Bits and Bites berbasis di Shanghai itu menyampaikannya dalam konferensi TED di Vancouver, Kanada pada 26 April lalu.
Kehadirannya di konferensi TED menjadi bagian dari misi untuk mempromosikan makanan dengan sumber berkelanjutan dan pola makan sehat di negara dengan penduduk lebih dari satu miliar orang, sebut laporan AFP. Startup tempatnya bernaung fokus terhadap pembuatan mie dari bubuk ulat sutra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: AFP |
Menurut Matilda, bubuk ulat sutra merupakan sumber protein berkelanjutan yang juga merupakan produk sampingan dari industri tekstil.
"Ini merupakan bahan yang hebat," ujar Matilda yang menambahkan bahwa mie ulat sutra lulus tes rasa pribadinya.
Bits and Bites kini sedang bekerja sama dengan para chef dan berupaya mendapat umpan balik konsumen. Supaya bisa memperbaiki resep mie.
"Ulat sutra memiliki rasa agak amis, jadi kami berusaha melakukannya dengan benar," ungkap Matilda, seperti dikutip dari Star2.com (4/5).
Startup tersebut tengah membuat kreasi nama yang lucu dan menarik perhatian. Sambil membenahi resep mie.
Foto: AFP |
Adapun sekitar 18 bulan lalu, Matilda dan timnya membangun pasar petani online. Ini dibuat untuk menghubungkan kelas menengah China yang tengah tumbuh dengan makanan lebih sehat namun masih mempertimbangkan kelestarian lingkungan.
Berawal dari sedikit pilihan, sekarang pasar petani online tersebut sudah tumbuh dengan penawaran beragam hasil petani lokal. Tim Matilda bahkan menemukan sebuah pulau tempat sapi-sapi bisa bebas makan rumput.
Kini situsnya punya 40.000 pelanggan.
"Kami benar-benar punya rasa urgensi. Orang-orang memiliki banyak uang untuk beli makanan, tapi mereka tidak tahu bagaimana cara makan yang baik," tutur Matilda yang mengacu pada kebutuhan mengatasi masalah obesitas, diabetes dan masalah terkait gaya hidup lainnya. (msa/odi)

Foto: AFP
Foto: AFP
KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN