Ragam Sate Populer

Enaknya Ngemil Yakitori A la Kaki Lima dengan Harga Terjangkau

Lusiana Mustinda - detikFood Rabu, 26 Apr 2017 19:18 WIB
Foto: detikFood
Jakarta - Suka yakitori? Di kawasan Bintaro, Anda bisa mencicip sate Jepang dan onigiri. Tekstur dagingnya empuk sedangkan kulit ayam renyah berpadu dengan saus shoyu gurih!

Walaupun ada banyak restoran yakitori di Jakarta, akan tetapi tak ada salahnya untuk mencoba yakitori kaki lima. Walaupun dijajakan dengan gerobak, akan tetapi rasanya tak tak kalah enak.

Mampir ke kawasan Bintaro sektor sembilan, ada penjual sate Jepang yang sudah buka sejak tahun 2008. Tepatnya di jalan Maleo dekat dengan masjid raya Bintaro Jaya, ada gerobak sate Jepang yang selalu ramai didatangi penggemarnya.

Gerobak sederhana dengan hiasan tirai merah dan gantungan lampion menjadi ciri khasnya. Tersedia menu yakitori dengan pilihan paha, dada dan kulit ayam serta onigiri tuna dan polos.

Enaknya Ngemil Yakitori A la Kaki Lima dengan Harga TerjangkauFoto: detikFood
Kedai sate Jepang milik Bang Ipung ini buka setiap hari mulai pukul 18.00 hingga 23.00 WIB. Harga untuk seporsi yakitorinya dengan isian 5 tusuk sate dijual dengan harga Rp 12.000. Potongan daging ayam bagian paha terasa empuk dengan cita rasa shoyu yang asin manis.

"Daging ayam dibakar setengah matang, kemudian dicelupkan ke dalam bumbu shoyu tapi agak cair. Dan dibakar lagi sampai matang dan disajikan dengan saus shoyu yang lebih kental," tutur Ridho, adik ipar pemilik sate kepada detikFood (24/04).

Sate daging bagian paha sangat cocok dipilih bagi Anda yang suka dengan tekstur daging yang empuk. Tidak dicampurkan dengan lemak seperti sate Madura, justru yang digunakan dalam pembuatan yakitori ini hanya daging dan tulang mudanya.

Enaknya Ngemil Yakitori A la Kaki Lima dengan Harga TerjangkauFoto: detikFood
Selain yakitori daging, banyak juga yang menggemari yakitori kulit. Walaupun dibuat menjadi sate, tetapi tekstur kulitnya renyah. Hal ini dikarenakan lapisan lemak yang ada dibawah kulit dihilangkan sehingga saat dibakar teksturnya garing setelah dibakar.

Racikan saus shoyunya tentu sudah disesuaikan dengan lidah lokal. Ridho mengatakan shoyu atau kecap Jepang ditambahkan dengan sedikit kecap manis sehingga rasanya lebih enak.

Agar semakin mengenyangkan, satu porsi onigiri (Rp 6.000) dengan isian tuna gurih juga enak disantap bersama dengan yakitori. Nyam!

Dalam sehari, sate Jepang ini mampu menjual hingga 100 porsi yakitori, 60 onigiri isi tuna dan 20 onigiri polos. Selain berjualan dan bekerjasama dengan orang yang ingin membuka franchise, sate Jepang Maleo juga menyanggupi pesanan untuk acara ulang tahun ataupun pernikahan.

"Kita sering dapat pesanan nikahan. Kalau untuk acara bisa pesan minimal 100 porsi, bisa kita bakar disana atau dalam bentuk sudah dibakar," jelas Ridho.

Kabarnya, sang pemilik dulu pernah bekerja di restoran Jepang dan kemudian membuka usahanya sendiri hingga saat ini. Bagaimana tertarik untuk mencoba?


(lus/odi)