Ini 10 Fakta Dibalik Mitos Makanan yang Ramai Beredar di China (1)

Ini 10 Fakta Dibalik Mitos Makanan yang Ramai Beredar di China (1)

Maya Safira - detikFood
Rabu, 26 Apr 2017 17:16 WIB
Ini 10 Fakta Dibalik Mitos Makanan yang Ramai Beredar di China (1)
Foto: iStock
Jakarta - Mitos terkait makanan banyak beredar di China hingga kini. Mulai dari konsumsi seafood dan vitamin C yang beracun hingga kaki babi bisa mempercantik tampilan. Ini faktanya!

Bila lama tinggal di China mungkin orang akan mendengar desas-desus bahwa mie fensi (bihun) dan rumput laut yang terbuat dari rumput laut. Ada pula rumor lain yang menyebut konsumsi kepiting dan buah kesemek sekaligus bisa memicu racun.

Dalam upaya menghalau beberapa mitos tersebut, The Beijing News memaparkan sejumlah mitos palsu paling umum yang tersebar di China selama beberapa tahun terakhir. Mereka juga memberi fakta terkait rumor ini. Berikut daftarnya seperti dikutip dari The Beijinger.

1. Seafood + Vitamin C = Racun

Foto: iStock
Mitos: Pada Oktober lalu, sejumlah situs di China membagikan berita dua orang wanita meninggal setelah konsumsi kepiting bersama buah kesemek. Banyak orang meyakini konsumsi seafood bersama makanan mengandung vitamin C akan memicu racun.

Fakta: Satu-satunya cara orang bisa terkena racun dari konsumsi seafood dan vitamin C apabila makan beberapa kilogram kepiting terkontaminasi arsenik bersama 5 kilogram tomat. Baru mungkin bisa memicu keracunan.

"Vitamin C bisa mengubah arsenik pentavalen jadi arsenik trivalen di bawah kondisi laboratorium, namun ini sulit terjadi dalam kondisi normal," ujar Zhu Yi, deputi profesor di College of Food Science di China Agricultural University.

2. Darah babi dan jamur kuping bisa cegah akibat polusi

Foto: iStock
Mitos: Kandungan protein plasma yang bersifat detoksifikasi pada darah babi bisa menyerap racun dalam tubuh. Selain itu juga mengalami reaksi kimia dengan debu dan partikel logam. Mengubahnya jadi bahan yang tidak mudah diserap untuk diekskresikan melalui saluran pencernaan. Jamur kuping atau mu'er melakukan fungsi yang sama pada paru-paru.

Fakta: Secara teori, makanan ini tidak bisa membersihkan paru-paru. Dalam buku pengobatan tradisional China, manfaat darah babi, darah bebek dan mu'er tidak pernah disebutkan. Tapi ada beberapa riset menunjukkan bahwa darah hewan bisa mempengaruhi saluran pencernaan, membantu menyerap lebih sedikit bahan beracun dari makanan dan membantu mengeluarkannya.

Meski begitu, polusi udara PM2.5 masuk ke bronkus paru-paru dan tidak ada bukti kuat bahwa makanan tersebut bisa mencapai area ini atau mempengaruhinya.

3. Konsumsi unggas akan ​s​ebabkan flu burung

Foto: iStock
Mitos: Sekitar Festival Musim Semi tahun ini muncul rumor yang tersebar secara online. Seorang warga dari Provinsi Jiangxi mengonsumsi dapanji (hidangan ayam Xinjiang) di sebuah restoran. Ia kemudian meninggal setelah terinfeksi H7N9 (flu burung). Ada juga rumor lainnya di internet yang mengatakan satu orang meninggal akibat flu burung setelah makan paojiao fengzhua (kaki ayam dengan acar cabai).

Fakta: National Health and Family Planning Commission mengatakan cara utama orang bisa kena virus H7N9 karena secara langsung atau tidak langsung terekspos pada lingkungan yang terkontaminasi burung terinfeksi. Tidak ada bukti bahwa virus H7N9 bisa berdampak pada manusia melalui daging yang dimasak, tambah pihak tersebut. Flu burung juga disebut tidak bisa ditularkan antar manusia.

4. Konsumsi kaki babi bisa memperbaiki tampilan

Foto: iStock
Mitos: Ada mitos yang menyebut konsumsi kaki babi dapat membuat tampilan seseorang lebih baik.

Fakta: "Kolagen yang ditemukan dalam kaki babi tidak terdiri dari protein berkualitas. Konsumsi sebutir telur atau minum segelas susu lebih baik bila dilihat dari segi konsumsi protein. Jika tubuh Anda sehat dan tidak punya masalah pencernaan atau tidur, maka kulit secara alami akan berkilau," jelas Zhu Yi, deputi profesor di College of Food Science di China Agricultural University.

5. Konsumsi pakis bracken bisa sebabkan kanker

Foto: iStock
Mitos: Pada awal 2008, ada rumor pakis bracken (pakis kasar dan besar) dan bubuknya bisa membuat orang alami kanker perut.

Fakta: "Kapanpun Anda melihat rumor mengenai sebuah bahan tertentu penyebab kanker, jangan cepat percaya, kecuali merokok yang sudah terbukti meningkatkan kemungkinan terkena kanker paru-paru, tenggorokan dan mulut. Terkena kanker dari makanan Anda harus terus makan bahan yang sama dalam jangka waktu yang sangat lama. Tubuh manusia bisa mengatur sendiri, sehingga tidak akan ada risiko besar," ujar Fan Zhijiang dari China Agricultural University.

Halaman 2 dari 6
(msa/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads