Anak Usia 12 Tahun dengan Down Syndrome Ini Buka Toko Cupcake Bersama Ibunya

Maya Safira - detikFood Sabtu, 22 Apr 2017 11:09 WIB
Foto: Cupcakes on 8th/Patricia Truel
Jakarta - Toko cupcake di Wisconcin, Amerika Serikat ini berbeda dari biasanya. Seorang ibu baru-baru ini membuka bakery agar bisa membantu anak berkebutuhan khusus.

Tidak semua anak usia 12 tahun bisa punya toko cupcake seperti John Truel. Ia membuka toko cupcake "Cupcakes on 8th" bersama ibunya, Patricia Truel. Sebagian besar tujuan ibu tiga anak itu mendirikan toko cupcake untuk memastikan masa depan cerah bagi John dan anak lainnya yang terkena Down syndrome.

Anak Usia 12 Tahun dengan Down Syndrome Ini Buka Toko Cupcake Bersama IbunyaFoto: Cupcakes on 8th/Patricia Truel
Lahir dengan kebutuhan khusus, John harus melewati banyak hal dalam hidupnya. Seperti terapi fisik, bicara dan lainnya selama bertahun-tahun, disamping bersekolah. Sementara Patricia juga bekerja keras. Setelah John lahir, ia membuka bisnis kue "Baked by Patricia" di New York. Patricia pun banyak menjual cupcakes ke sekitar kota.

Belum lama ini, keluarga itu menetap di Wisconsin mengikuti pekerjaan ayah John, Brad. Di sana mereka tak sengaja menemukan sebuah tempat yang cocok untuk gerai cupcake. Akhirnya Cupcakes on 8th buka pada Maret lalu dan banyak disukai warga lokal.

"Saya berpikir, 'Ini sempurna untuk John. Ia bisa punya rumahnya sendiri suatu hari nanti, berjalan melewati halaman ke toko kue, ke pekerjaannya," ungkap Patricia yang melihat masa depan John di sana, seperti dikutip dari Today.com (21/4).

Setelah sekolah reguler dari Senin sampai Kamis, John akan bekerja di kasir toko dari pukul 15.00-16.00. Saat itu akan ada mini cupcake spesial seharga USD 25 sen (Rp 3.300).Patricia menentukan harganya. Karena ia tahu ia bisa mengajari John matematika dan keterampilan hidup dengan cara tersebut.

Anak Usia 12 Tahun dengan Down Syndrome Ini Buka Toko Cupcake Bersama IbunyaFoto: Cupcakes on 8th/Patricia Truel
John juga kadang membantu di dapur saat pembuatan cupcake. Misalnya saja mengocok adonan buttercream.

Seperti anak-anak lainnya, John juga suka menikmati cupcake buatan ibunya dengan makan bagian frosting dulu baru cakenya. Cupcake yang ada di sana antara lain Banana Split, Cinnamon Roll atau Chocolate.

Di masa depan Patricia berharap bisa merekrut tambahan pekerja berkebutuhan khusus untuk tokonya. Saat ini ia sudah melakukan donasi satu bulan sekali ke badan amal atau acara lokal. Misalnya memberi 1.100 mini cupcake ke prom night "Night to Shine" dari Tim Tebow Foundation untuk anak berkubutuhan khusus.

"Saya merasa perlu memberi kembali dan mendukung komunitas. Karena mereka mendukung saya," ujarnya pada Today Food.

(lus/odi)