Kasus protes bau masakan hingga ke tahap pengadilan kembali terjadi. Setelah di Italia sekarang giliran di Australia. Restoran steak Longhorn Saloon di Elgin Street, Carlton, Melbourne ditutup sementara mulai Jumat lalu .
Hal ini karena serangkaian keluhan warga yang tinggal dekat restoran juga perintah pemerintah kota Melbourne. Restoran berkapasitas 400 orang yang telah dibuka sejak awal 2015 tersebut menerima keluhan dari penduduk sekitar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: The Age |
Mereka menyebarkan bau asap dan daging bakar yang mengganggu. "Anda bisa mencium bau steak, lemak, dan minyak menguap ke udara," ujar salah satu warga yang mengajukan protes, lapor The Age (17/4).
Pemerintah kota Melbourne melayangkan surat pemberitahuan yang menyatakan bahwa bau asap dan masakan dari restoran dianggap ofensif dan mengganggu. Selain bau, Longhorn Saloonpun diprotes akan suara bising dari exhaust fan dapur mereka. Restoran diminta memperbaiki hal tersebut.
Will Balleau,sang pemilik mengatakan, selama ini restorannya telah diinspeksi beberapa kali oleh lembaga yang bertanggung jawab dan tanpa masalah. Ia juga mengatakan ia hanya diberi waktu 3 minggu untuk memasang sistem ventilasi baru.
Menurutnya itu tidak cukup dan biaya pekerjaan cukup mahal yaitu $100.000 (Rp. 1,3 miliar). Balleaupun mengajukan banding atas putusan pengadilan. Namun dengan sudah dikeluarkan peringatan perbaikan, berarti Longhorn Saloon tetap harus menutup dapurnya sampai sidang dilangsungkan.
Foto: The Age |
Restoran juga harus memberhentikan staf pada jangka waktu tersebut. Bila melanggar ketetapan akan dikenakan denda lebih dari $93.000 (Rp. 1,2 milyar) dan prosedur tindakan pidana.
Namun dikabarkan oleh Time Out (18/4/17), restoran ini diam-diam juga memiliki area makan live music dan bar di lantai atas yang dibuka bulan lalu. Disebutkan, area ini tetap beroperasi meski dapur tutup. (ani/odi)

Foto: The Age
Foto: The Age
KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN