Daging Kangguru, Buaya dan Lemon Myrtle, Bahan Lokal yang Unik dari Australia

Odilia Winneke Setiawati - detikFood Sabtu, 15 Apr 2017 19:18 WIB
Foto: detikfood Foto: detikfood
Jakarta - Australia tak hanya punya daging sapi dan keju. Ada kuliner uniknya dari daging kangguru hingga lemon myrtle yang eksotik.

Program promosi budaya dan wisata yang dilakukan pemerintah Australia di Indonesia mendapat sambutan hangat. Setelah produk fashion dan wisata, kini kuliner khas Australia diperkenalkan. Dengan mengusung hastag #AussieBanget.

Kali ini Lynton Tapp, chef selebriti jebolan MasterChef Australia hadir di Jakarta untuk memperkenalkan keunikan makanan Australia. 'Kuliner Australia sangat unik, tiap wilayah punya koleksi makanan unik. Dari tradisional hingga modern. Di restoran, kafe atau jajanan kaki lima selalu ada yang unik,' ungkap Paul Grigson, Duta Besar Australia dalam sambutannya di kediamannya (12/4).

Daging Kangguru, Buaya dan Lemon Myrtle, Bahan Lokal yang Unik dari  AustraliaFoto: detikfood

Promosi Australia 'Outback Culinary Showcase' ini dimeriahkan dengan kehadiran chef Lyton Tapp dari Sydney. Runner up 2 Masterchef Australia 2013 ini berasal dari Roper River, Northern Territory. Karenanya ia akrab dengan hasil pertanian dan peternakan yang banyak didapat di sekitarnya. Memasak bahan segar merupakan kebiasaannya.

'Saya membawa banyak bahan lokal Australia yang banyak dipakai di dunia saat ini. Seperti finger lime. Kami sajikan dalam gin tonic dan dipadukan dengan ikan barramundi,' tutur chef yang juga sibuk dengan acara memasak di TV.

Daging Kangguru, Buaya dan Lemon Myrtle, Bahan Lokal yang Unik dari  AustraliaFoto: detikfood

Finger lime memiliki bentuk bulat panjang kecil seperti jari. Buliran jeruknya mirip kaviar, bening hingga kemerahan warnanya. Memberikan tekstur asam renyah dalam gin tonic yang dingin yang disajikan sebagai pembuka. Jenis jeruk ini mulai banyak dipakai di banyak restoran dunia.

Demikian juga saat dipadukan dengan fillet barramundi segar dengan paduan irisan anggur merah. Selain barramundi, salah satu ikan unggulan Australia yang berdaging tebal, sang chef menghadirkan damp bread yang disajikan dengan goat cheese dari Victoria dan honey comb.

'Damp bread merupakan roti yang dipengaruhi oleh kuliner inggris, dikenal sebagai soda bread. Sangat menarik untuk dicicipi,' komentar chef Lyton.

Banyak orang mengenal kangguru sebagai binatang ikon Australia. Namun, chef Lyton menghadirkan dalam sajian berbeda. Tetapi dalam bentuk prosciutto. Prosciutto merupakan daging ham Italia yang diproses dry-cured, diiris melintang tipis dan disajikan mentah. Proses pengeringan daging ini diaplikasikan pada daging kangguru.

Daging Kangguru, Buaya dan Lemon Myrtle, Bahan Lokal yang Unik dari  AustraliaFoto: detikfood

Hasilnya irisan tipis daging kangguru yang merah tua dengan aroma gurih. Rasanya gurih meaty, sedikit berbeda dengan sajian steak kangguru yang umum diperkenalkan.

'Pemanfaatan daging kangguru sebagai salah satu red meat sangat penting di masa depan. Tidak harus bergantung pada daging sapi saja,' komentar chef yang murah senyum ini.

Daging Kangguru, Buaya dan Lemon Myrtle, Bahan Lokal yang Unik dari  AustraliaFoto: detikfood

Yang menarik adalah sajian daging buaya. Buaya yang banyak terdapat di Australia tidak diolah menjadi steak tetapi menjadi prosciutto, dengan proses drycured dengan memakai pengasapan. Dengan cara ini lemak dan air yang banyak terdapat dalam daging buaya menyusut.

Tekstur dagingnya lembut, gurih dengan aroma asap yang harum ringan. Tak ada lagi aroma langu lemak buaya dan sekilas mirip daging kalkun. Sangat cocok disajikan sebagai 'cold cut'.

Kepopuleran sate di Indonesia juga diamati oleh chef Lyton. Ia membuat sajian sate dari beef brisket dengan saus kacang dan burnt garlic. 'Kecap manis yang ada di Indonesia sebenarnya soy sauce diberi gula merah. Saya membuat sendiri versi saya memakai memakai black garlic dan soy sauce,' jelasnya mengiringi sajian sate sapi dalam potongan cukup besar.

Daging Kangguru, Buaya dan Lemon Myrtle, Bahan Lokal yang Unik dari  AustraliaFoto: detikfood

Lemon myrtle, tanaman berbunga dari Quuensland, Australia menjadi pilihan chef Lyton untuk memberi aksen sajian penutup. Berupa posset, sajian khas Inggris dari abad 19. Berupa gumpalan susu yang lembut creamy dengan rasa gurih yang pekat. Diberi taburan cincangan lemon myrtel yang asam segar.

Sajian eksotik dari Australia ini pun diiringi white wine, red wine dan sweet wine Australia. Semuanya dipilih khusus oleh Dubes Paul Grigson yang terminal sangat piawai dalam memadukan wine dan makanan. (odi/odi)