Dikutip dari Food and Wine (14/4), Professor Christopher Elliott selaku Direktur Institut Keamanan Pangan Global di Queen's University Belfast mempertanyakan mengapa penjualan bawang putih terus meningkat.
Padahal China yang memasok 75% kebutuhan bawang putih dunia sedang dilanda cuaca dingin yang berakibat pada rusaknya lahan pertanian bawang putih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: iStock |
Elliot mencurigai produsen mencampuri bubuk bawang putih dengan bedak talek atau kapur untuk memanipulasi konsumen. Semakin mengkhawatirkan karena produsen bedak talek Johnson & Johnson di Amerika beberapa tahun ini mendapat tuntutan sehubungan bedak mereka yang bisa memicu kanker.
Meski komentar Elliot ini baru sebatas spekulasi, ia didukung Professor John Spink dari Michigan State University yang fokus menyoroti masalah penipuan makanan. Menurutnya secara umum jenis rempah apapun yang dihaluskan berpotensi tinggi untuk dipalsukan.
Foto: iStock |
Spink juga memperingatkan produk makanan yang rentan dipalsukan adalah alkohol, rempah, madu, daging giling dan suplemen diet. Semua karena bahan makanan ini mudah dicampur dan dihaluskan dengan bahan makanan asing yang sulit dikenali. (msa/odi)

Foto: iStock
Foto: iStock
KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN