Mahasiwa Industrial Design asal Tel Aviv, Israel bernama Iftach Gazit merancang tas kain khusus makanan yang bisa dimasukkan dalam mesin cuci. Tak sekadar dimasukkan, proses ini sebenarnya proses memasak makanan.
Foto: Dezeen |
Tas diberi nama The Sous La Vie, sesuai teknik masak sous-vide yang merupakan prinsip kerja alat ini. Teknik ini memungkinkan makanan matang dengan cara memasukkannya ke dalam kantung kedap udara dan bersuhu rendah. Suhu idealnya kira-kira 60C.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alih-alih mengikuti resep sous-vide dan memasak sepotong daging dalam suhu 58C selama 2,5 jam, Anda cukup mengatur mesin cuci pada mode 'synthetics' dalam durasi panjang," ujar Gazit. Sementara untuk sayuran, tinggal memindahkan mesin cuci pada mode 'cotton' dalam durasi pendek.
Prototipe tas The Sous La Vie dilengkapi makanan kemasan dan petunjuk penggunaan. Seperti temperatur mesin cuci yang dianjurkan dan informasi nutrisi makanan pada tas kain.
Foto: Dezeen |
Kepada Dezeen (22/3), Gazit bercerita ia diminta membuat kemasan makanan yang bisa digunakan selanjutnya. Sehingga membuat siapapun mudah menggunakan tas The Sous La Vie.
"Membuat makanan dengan mesin cuci ini tidak ditujukan hanya untuk tuna wisma, tetapi untuk kita semua. Sebuah produk yang merefleksikan indera perasa, kemampuan ekonomi, dan budaya kita," pungkas Gazit.
Sayangnya belum diketahui pasti apakah tas The Sous La Vie akan diproduksi sungguhan dan dipasarkan masal. (adr/odi)

Foto: Dezeen
Foto: Dezeen
KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN