Omakase merupakan salah satu pengalaman gastronomi paling tradisional di Jepang. Dalam omakase, pengunjung menyerahkan pilihan makanan kepada kreativitas dan kehendak chef.
Foto: iStock |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini orang asing tidak perlu khawatir lagi akan konsep omakase. Baru-baru ini sudah diluncurkan "Sushi University", sebuah tur yang dituntun oleh penerjemah berbahasa Inggris.
Pada Sushi University akan dijelaskan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan konsumen dalam santapan omakase, jelas laporan AFP (21/02). Selain itu program berfungsi juga sebagai penghubung antara pengunjung dan sushi chef.
Foto: iStock |
Nantinya peserta (siswa) ditemani pemandu ke hotel hingga restoran. Mereka diajak berkeliling menggunakan sebuah shuttle bus.
Di restoran yang umumnya kecil dengan suasana intim, chef memberikan pembelajaran singkat mengenai filosofi kuliner mereka. Begitu pula menu spesial hari itu. Peserta bisa melakukan tanya jawab dengan chef yang langsung diterjemahkan pemandu
Dalam silabus program, peserta ikut belajar tata cara omakase dan etiket sushi. Contohnya para tamu diajarkan bahwa mengajak bicara atau menanyakan pertanyaan saat sushi chef sedang mengiris ikan maupun mencetak nasi sushi dianggap perilaku buruk.
Peserta juga disarankan tidak memakai parfum atau cologne saat makan di restoran sushi. Karena bisa berisiko menyinggung chef dan menutupi aroma samar sushi pada sesama pengunjung. Inipun berlaku bagi yang merokok di tengah-tengah makan.
Foto: iStock |
Disamping itu, peserta belajar suhu berperan penting dalam menyantap omakase dan sushi. Isi piring sebaiknya dimakan dalam kurun 10 detik sejak disajikan dan tidak dibiarkan di meja.
Selain menawarkan pengalaman bersantap otentik, tur juga bertujuan membantu wisatawan yang punya batasan makanan tertentu. Misalnya alergi atau keengganan makanan suatu makanan. Sebab permintaan khusus bisa dilakukan terlebih dahulu.
Program dibagi dalam tiga tingkatan. Ada tingkat dasar, menengah dan senior. Harganya sendiri berkisar $88 (Rp 1,2 juta) hingga $265 (Rp 3,5 juta).
Ada bahasa lainnya yang sedang dikerjakan untuk program Sushi University. Termasuk Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Portugis, Italia, Rusia, China, Korea dan Thailand. Informasi lebih lanjut ada di http://sushiuniversity.jp/. (msa/odi)

Foto: iStock
Foto: iStock
Foto: iStock
KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN