Seringkali orang pesan tempat di restoran kemudian seenaknya membatalkan pesanan di menit-menit terakhir. Anda perlu hati-hati jika melakukan hal ini di Australia. Lebih dari 4000 restoran sudah alami efek pembatalan berupa kerugian sebesar $75 juta (Rp.1 triliun) per tahun.
Pebisnis restoran pun mengambil aksi. Dimmi, layanan pemesanan terbesar di Australia memperkenalkan sistem blacklist. Saat ini telah ada 38.000 nama dalam daftar tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Getty Images |
"Jika situasi dapat dijelaskan maka sebagian besar orang akan dihapus namanya, kami mengerti bahwa hidup tidak selalu sesuai rencana. Yang kami minta adalah Anda memberitahu restoran." jelas Lizzie Kaye, marketing executive Dimmi.
Cara lain untuk menghapus nama dari blacklist adalah menunggu 1 tahun. Pengunjung akan tahu mereka di blacklist lewat notifikasi online.
Untuk alasan pembatan sendiri, kebanyakan karena mereka melakukan pemesanan ganda di restoran lain karena bingung pergi ke mana. Atau teman makan mereka telah memesan tempat di restoran lain pada malam yang sama.
Foto: Getty Images |
Selain memasukkan nama dalam blacklist, restoran yang menggunakan Dimmi juga dapat membuat pelanggan tetap harus membayar makanan yang tidak pernah dimakan karena tidak datang. Ada lebih dari 200 restoran yang melakukan hal ini.
Hal tersebut dapat dilakukan karena bila melakukan pemesanan lewat Dimmi, orang harus memasukkan data kartu kredit. Dan saat tidak datang, nama akan masuk daftar blacklist. Jika sebuah restoran ada dalam daftar 200 restoran yang mengenakan biaya, secara otomatis denda akan dipotong dari kartu kredit.
Foto: iStock |
"Kami butuh mengedukasi pengunjung yang tidak datang dan tidak menghormati pesanan." ujar Premutico dikutip dari dailymail.co.uk (21/2/17)
Setelah 12 bulan sejak Dimmi mengeluarkan peraturan blacklist ini, kerugian telah menurun 25%. (ani/odi)

Foto: Getty Images
Foto: Getty Images
Foto: iStock
KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN