Jangan Terlalu Sering Kunyah Permen Karet, Ini Alasannya

Annisa Trimirasti - detikFood Rabu, 22 Feb 2017 10:13 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Sering kunyah permen karet? Meski asyik, namun kebiasaan ini bisa membuat usus sulit menyerap nutrisi.

Menurut American Dental Association, mengunyah permen karet terbukti menjaga nafsu makan, meringankan stress serta membuat otak lebih aktif hingga meningkatkan produktivitas.

Selama mengunyah permen karet bebas gula, kebiasaan ini tidak akan menyebabkan gigi berlubang, lapor delish.com (21/2/17). Karena permen karet dapat merangsang produksi air liur yang akan membilas sisa-sisa makanan dan melindungi gigi dari kerusakan.

Jangan Terlalu Sering Kunyah Permen Karet, Ini AlasannyaFoto: iStock
Tapi menurut studi baru permen karet juga punya dampak buruk. Bahan yang ditemukan dalam berbagai jenis permen karet sering mengandung nanopartikel titanium oksida. Zat pencerah dan pemutih yang biasa digunakan untuk meningkatkan tekstur makanan. Titanium oksida juga ditambahkan pada banyak jenis permen lain, pasta gigi, mayonnaise, cokelat, roti dan susu skim.

Paparan kronis akan nanopartikel titanium oksida bisa mempengaruhi sistem pencernaan. Terutama dalam usus, tempat nutrisi makanan diserap.

Dalam uji laboratorium pada sel, peneliti dari Binghamton University menemukan bahwa paparan nanopartikel titanium oksida membuat usus lebih sulit menyerap zat besi, zinc, dan asam lemak. Menurunnya penyerapan nutrisi dapat menyebabkan kekurangan gizi. Terutama pada saat wanita menstruasi yang kehilangan banyak zat besi.

Jangan Terlalu Sering Kunyah Permen Karet, Ini AlasannyaFoto: iStock
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan efek paparan nanopartikel titanium oksida pada manusia secara langsung. Karena penulis studi hanya melihat efek pada sel terisolasi. Namun, peneliti tetap khawatir akan jumlah nanopartikel titanium oksida yang sebagian besar dikonsumsi sembarangan setiap hari dapat mengubah usus berfungsi normal.

Menghindari semua makanan yang mengandung nanopartikel memang sulit. Ttitanium oksida terdaftar di label makanan namun nanopartikel titanium oksida tidak terdaftar. Jadi, cara terbaik untuk menghindari nanopartikel adalah menghindari makanan olahan, seperti permen karet.

Sebelumnya, beberapa efek buruk permen karet juga pernah diberitakan seperti mempengaruhi sindrom metabolik hingga membuat orang kurang suka makanan sehat . (ani/odi)