Survei Sebut Makan Malam Romantis Saat Valentine Tidak Sepopuler Dulu

Survei Sebut Makan Malam Romantis Saat Valentine Tidak Sepopuler Dulu

Maya Safira - detikFood
Kamis, 09 Feb 2017 15:43 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Hari Valentine biasanya identik dengan makan malam spesial. Namun sebuah survei menemukan bahwa konsumen tidak lagi peduli dengan suasana romantis.

Bagi beberapa orang, Valentine kerap dihabiskan dengan makan malam di restoran berlatarkan suasana romantis. Restoran pun cenderung membuat tema romantis untuk menarik konsumen. Bisa melalui pencahayaan, menu hingga musik yang diputar. Tapi survei terbaru dari Zagat di Amerika Serikat menunjukkan hal berbeda.

Laporan Zagat (06/02) menyebutkan bahwa hanya 16 persen partisipan survei yang peduli tentang suasana romantis saat memilih restoran untuk makan malam Valentine. Sekitar 43 persen responden bahkan tidak mencantumkan romansa dalam tiga prioritas teratas mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Survei Sebut Makan Malam Romantis Saat Valentine Tidak Sepopuler DuluFoto: iStock

Rupanya 51 persen responden lebih tertarik menyenangkan pasangannya dengan pergi ke restoran berisi makanan enak berkualitas. Dibanding tempat dengan pencahayaan temaran dan taplak meja putih nan mewah. Adapun berdasarkan survei Zagat, makanan Italia jadi sajian paling populer selama Hari Valentine.

"Konsumen saat ini lebih banyak mendapat informasi darimana makanannya berasal dan kualitasnya. Saya melihat ada perubahan dari restoran dengan tema khusus jadi berpindah ke tempat yang hanya bertujuan menyajikan makanan dan minuman enak," ujar Josh Boissy, pendiri Sauvage di New York, kepada Zagat.

Nathan Duensing, chef Marsh House di Nashville, telah menyadari hal ini. Bagi tamunya, kualitas makanan lebih penting daripada elemen romantis. "Meski penting bagi restoran punya sisi estetis tapi makanan selalu jadi kekuatan pendorong dibalik pengalaman hebat," ungkapnya.

Tapi bukan berarti restoran dengan suasana romantis benar-benar 'mati'. Hanya saja lebih terlihat berbeda dari sebelumnya yang cenderung kaku.

Survei Sebut Makan Malam Romantis Saat Valentine Tidak Sepopuler DuluFoto: iStock

Matt Sherry, general manager Swift & Sons di Chicago, menyebut suasana masih jadi bagian penting dari restoran. Namun definisi apa yang dianggap "romantis" telah berubah.

"Dulunya ini berarti ada pemakaian taplak meja putih dan banyak pramusaji. Tapi sekarang batasnya kabur. Ini (restoran) dapat jadi lebih nyaman," ujar Matt Sherry kepada Zagat.

Jake Novick-Finder, chef Gristmill di Brooklyn memberikan kesimpulannya. "Kebanyakan konsumen sangat peduli dengan makanan, tapi suasana bisa jadi faktor penarik. Ada banyak restoran besar dengan makanan enak, jadi terutama pada malam seperti Hari Valentine, para tamu akan selalu berusaha mendapatkan yang terbaik dari keduanya (suasana dan makanan)," jelasnya.

(adr/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads