Populer Sebagai Sumber Protein Baru, Permintaan Serangga Terus Meningkat

Sonia Permata - detikFood Jumat, 20 Jan 2017 11:16 WIB
Foto: GettyImages Foto: GettyImages
Jakarta - Kini permintaan akan serangga terus meningkat. Banyak orang menikmati serangga sebagai sumber protein baru.

Mengonsumsi serangga masih dianggap hal yang tak lazim, bahkan menjijikkan untuk sebagian orang. Namun, ternyata mengonsumsi serangga banyak sekali manfaat dan khasiatnya untuk kesehatan.

Selain rendah kalori, serangga juga mengandung berbagai sumber protein yang tinggi dan kaya zat besi. Kini, mengonsumsi serangga mulai digemari sebagian orang. Banyak ahli yang berpendapat bahwa serangga merupakan sumber protein terbaru.

Populer Sebagai Sumber Protein Baru, Permintaan Serangga Terus MeningkatFoto: GettyImages
Dikabarkan oleh foxnews (16/01/17), sebuah peternakan bernama Tomorrow's Harvest di Vermont, Amerika fokus hanya berternak serangga.

Peternakan ini muncul setelah meningkatnya jumlah permintaan serangga sebagai makanan manusia. Petani mengatakan bahwa serangga jauh lebih sehat dan ramah lingkungan dibandingkan daging sapi.

Walau beberapa orang masih berpendapat bahwa mengonsumsi serangga menggelikan, tapi ada banyak manfaat mengonsumsi serangga.

"Kami tidak perlu semua orang makan serangga," ungkap Robert Nathan Allen, pendiri dan direktur dari Little Herds. Sebuah organisasi edukasi non-profit di Austin, Texas, yang mempromosikan konsumsi serangga untuk manusia maupun pakan ternak.

Populer Sebagai Sumber Protein Baru, Permintaan Serangga Terus MeningkatFoto: GettyImages
"Intinya, kita benar-benar ingin mengajak orang-orang untuk mengonsumsi serangga. Jika 1% populasi warga Amerika Serikat mengganti konsumsi daging mereka dengan serangga, itu akan menghemat jutaan galon air, bersama dengan ribuan metrik ton emisi gas rumah kaca dari mesin dan hewan," tutur Robert.

Walaupun begitu sebuah studi mengatakan bahwa penelitian atas serangga sebagai sumber protein berlebihan. Namun secara logika ternak serangga jauh lebih hemat dan ramah lingkungan dibandingkan ternak sapi dan hewan lainnya.

Peningkatan jumlah permintaan serangga ini juga di dorong oleh laporan di tahun 2013 dari Food and Agriculture Organization of the United Nations pada kelangsungan konsumsi serangga untuk membantu mengatasi tingkat kelaparan di dunia.

Sejak saat itu, jumlah produsen makanan yang mengandung serangga terus meningkat. Dan peternakan serangga di Amerika Serikat terus bermunculan.

Pemerintah Amerika juga tidak melarang peredaran makanan serangga ini. Dinilai aman sesuai dengan ketentuan dan peraturan dari Food and Drug Administration.

Populer Sebagai Sumber Protein Baru, Permintaan Serangga Terus MeningkatFoto: GettyImages
Budidaya ternak serangga ini memang tidak membutuhkan banyak ruang, akan tetapi perawatannya cukup rumit.

Stephen Swanson, pemilik peternakan serangga di Tomorrow's Harvest, mengatakan bahwa berternak serangga harus terus memeriksa kondisi air, makanan, suhu, aliran udara dan kelembaban di ruang bawah tanah tempat Stephen mengembangkan sekitar setengah juta jangkrik.

"Untuk membuat orang mau mengonsumsi serangga, kita harus mengedukasi mereka dengan fakta yang ada. Kita tidak bisa menyuruh orang mengonsumsi serangga begitu saja, kita harus menjelaskan alasan dibaliknya," pungkas Stephen Swanson. (ani/ani)