Begini Cara Mengatur Dapur hingga Alat Makan Agar Berat Badan Sukses Turun (2)

Begini Cara Mengatur Dapur hingga Alat Makan Agar Berat Badan Sukses Turun (2)

Maya Safira - detikFood
Kamis, 19 Jan 2017 16:44 WIB
Begini Cara Mengatur Dapur hingga Alat Makan Agar Berat Badan Sukses Turun (2)
Foto: iStock
Jakarta - Belum sukses turunkan berat badan? Ternyata tidak cuma pengaturan makanan yang penting. Tapi juga pengaturan dapur dan tempat makan.

Brian Wansink, seorang food psychologist Amerika Serikat, melakukan penelitian lebih dari dua dekade terkait lingkungan dalam menurunkan berat badan. Dalam buku keduanya terkait ini, Slim By Design: Mindless Eating Solutions for Everyday Life, Wansink mengatakan tiap orang membuat 200 pilihan makan hampir tanpa sadar setiap harinya. Baik di mata maupun perut.

Wansink tidak meyakini bahwa makan dengan penuh kehati-hatian jadi solusi. "Hidup kita sudah terlalu gila dan kemauan kita terlalu lemah. Sebaliknya solusinya adalah menyesuaikan hal-hal kecil di rumah," ungkap direktur Brand Lab dari Cornell University ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Idenya adalah membuat makanan jadi tidak mudah dikonsumsi. Ini berhubungan dengan pilihan rancangan yang muncul baik pada dapur hingga cahaya. Stuff.co.nz (19/01) merangkum beberapa tips dari Wansink.

7. Tidak membuat dapur terlalu nyaman

Foto: iStock
Mengisi dapur dengan perabotan yang nyaman seperti sofa, kursi empuk, TV hingga gadget akan membuat Anda betah berada di sana. Sehingga makanan lebih mudah dikonsumsi. Sebaiknya pindahkan perabotan tersebut jika ada. Ini membuat Anda lebih tertarik menuju ruangan lainnya di rumah.

8. Merapikan tempat membuat makanan

Foto: iStock
"Orang-orang mengatakan mereka cenderung lebih suka masak sayuran jika lebih nyaman dan menyenangkan untuk melakukannya," ujar Wansink.

Karena itu, desain tempat pembuatan makanan. Ahli menyarankan sorotan pada area peracikan, adanya dua bak cuci, meja cukup besar, beri aroma bunga hingga pemutaran musik.

9. Ruang makan sendiri

Foto: iStock
Terkadang ruang makan langsung digabung dengan ruang lainnya. Tapi Wansink menyebut orang makan lebih banyak karena ini. Misalnya makan sambil menonton TV atau bermain gadget. Sehingga lebih baik makan dimana kita tidak mudah terdistraksi hal lain.

10. Tidak ada piring untuk berbagi

Foto: iStock
Wansink mengatakan bahwa orang 19 persen makan lebih banyak ketika ada piring-piring bertumpuk untuk berbagi makanan. Sebaiknya taruh piring di meja dapur. Sehingga tidak terus-terusan mengambil makanan jika banyak piring bersih di meja.

11. Pilihan pencahayaan

Foto: iStock
Disarankan pencahayaan memakai lampu halogen bernuansa hangat. Cahaya berspektrum biru yang dipancarkan lampu LED diketahui mengganggu hormon leptin (pengatur rasa lapar) dan melatonin, yang dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan. Ini berdasarkan sebuah artikel Harvard Health tahun 2015.
Halaman 2 dari 6
(msa/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads