Ragam Jajanan Gerobak

Seblak Khas Bandung Berkuah Pedas dengan Isi Ceker Ayam

Lusiana Mustinda - detikFood Jumat, 13 Jan 2017 10:59 WIB
Foto: detikFood
Jakarta - Kerupuk, mie dan makaroni dimasak dengan sedikit kuah berbumbu. Makin enak dimakan bersama ceker ayam yang pedas. Slurp!

Seblak menjadi makanan yang berasal dari Bandung. Terbuat dari kerupuk godog, makanan ini selalu jadi alternatif masyarakat ekonomi menengah ke bawah sebagai makanan jajanan yang murah.

Di tahun 2000-an, seblak semakin populer dan disajikan dengan berbagai isian. Jenis seblak juga ada dua macam yaitu seblak kering yang memiliki bentuk seperti basreng (baso goreng) serta seblak basah yang memiliki campuran sedikit kuah.

Seblak Khas Bandung Berkuah Pedas dengan Isi Ceker AyamFoto: detikFood
Seblak kini banyak dijual dengan menggunakan gerobak yang mangkal di pinggir jalan dekat perkantoran ataupun kampus. Salah satu penjual seblak yang kami temui di kawasan Kemang membuat seblaknya dengan isian kerupuk, kwetiau dan makaroni.

Seblak Khas Bandung Berkuah Pedas dengan Isi Ceker AyamFoto: detikFood
Saat meracik, wajan berisi minyak panas digunakan untuk menumis bawang putih yang sudah dihaluskan. Kemudian ditambahkan dengan cabai rawit halus dan dituangi dengan air.

Selanjutnya ditambahkan telur kocok, potongan sawi, kerupuk kanji merah, kwetiau dan makaroni. Semua isiannya sudah direbus dan ditakar dalam gelas. Berulah ceker ayam dimasukkan dan diberi kaldu bubuk, garam dan gula. Setelah mendiidh dan agak kental barulah disangkat dan disajikan.

Kalau Anda ingin seblak pesenan Anda memiliki rasa yang lebih pedas, bisa ditambahkan cabe merah halus sesuai dengan pesanan Anda.

Seblak Khas Bandung Berkuah Pedas dengan Isi Ceker AyamFoto: detikFood
Harga seporsi seblak komplet dengan tambahan ceker dijual dengan harga Rp 10.000. Berbeda dengan seblak basah asal Bandung, di daerah Pademangan Jakarta Utara ada penjual seblak dengan siraman kuah merah yang mirip seperti kuah bakso.

Tempat ini buka sejak pukul 3 sore dan setiap harinya sudah dipadati banyak pengunjung. Sampai antre 2 jam untuk mencicip semangkuk seblak pedas ini.

Makanan hangat ini bisa dinikmati saat siang hari ataupun sore hari, terutama saat cuaca sedang berangin dan hujan. Cocok jadi penghangat tubuh. Nyam!

(lus/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com