Mulai Siap-siap Mau Pesta BBQ? Perhatikan 10 Tips Penting dari Chef Ini (1)

Mulai Siap-siap Mau Pesta BBQ? Perhatikan 10 Tips Penting dari Chef Ini (1)

Maya Safira - detikFood
Rabu, 28 Des 2016 16:05 WIB
Mulai Siap-siap Mau Pesta BBQ? Perhatikan 10 Tips Penting dari Chef Ini (1)
Foto: iStock
Jakarta - Pesta tahun baru identik dengan BBQ. Sebelum mengadakannya nanti, ketahui dulu tips BBQ dari chef.

Mengadakan pesta BBQ mungkin sudah menjadi bagian tradisi tahun baru di sini. Biasanya daging sapi, seafood, hingga sayuran dipanggang memakai panggangan arang ataupun pan grill. Supaya pesta BBQ lebih memuaskan, sebaiknya simak tips chef Australia, Gareth Naar, seperti dilansir dari The Huffington Post Australia (21/12).

1. Memilih alat panggangan

Foto: iStock
Ada berbagai jenis alat panggangan. Misalnya memakai gas atau arang. Menurut chef Gareth Naar dari Ribs and Burgers Australia, lebih mudah memakai gas barbecue. Tinggal mengisi gas dan menghidupkannya. Terdapat gas barbecue dalam berbagai bentuk dan ukuran dengan cara kerja berbeda-beda. Karena itu perlu ketahui cara pemakaiannya.

Sementara alat BBQ yang memakai arang perlu praktik beberapa saat untuk mengetahui panas yang tepat. Begitu juga hasilnya. Chef Gareth mengatakan bila sudah bisa menguasainya, maka hasil panggangan akan sangat enak.

2. Memilih bahan

Foto: iStock
Apa saja bisa dipanggang. Mulai dari daging sapi, ikan, ayam, sayuran, buah, tahu hingga keju. Sesuai selera.

"Untuk menentukan pilihan terbaik, pikirkan apa yang Anda inginkan dan berapa banyak waktu yang dimiliki," ujar chef Gareth kepada HuffPost Australia.

Jika mau melakukan pemanggangan secara cepat, pilih produk yang cepat matang. Seperti daging primary cut, dada atau paha ayam, ikan, seafood, dan sayuran. Menurut Gareth, bahan ini proses masaknya cepat jika dipotong-potong. Misalnya dalam ukuran seperti steak, bukan potongan besar atau ayam utuh.

3. Primary cut dan secondary cut

Foto: iStock
Pilihan jenis potongan daging sapi juga ikut berpengaruh pada hasil panggangan. Chef Gareth mengatakan primary cut merupakan jenis potongan populer daging. Misalnya fillet, sirloin, rump dan rib eye. "Potongan ini cenderung secara alami lebih empuk dan proses masaknya lebih cepat," ujar chef Gareth.

Sementara secondary cut mengacu potongan daging yang sedikit lebih keras. Karena secara alami sudah lebih keras, potongan ini memakan waktu masak lebih lama dari primary cut. Perlu kesabaran untuk memasaknya jadi empuk dan kaya rasa.

4. Panas langsung dan panas tidak langsung

Foto: iStock
Memasak dengan panas langsung merujuk penempatan makanan langsung di atas sumber panas. Sedangkan panas tidak langsung membuat makanan tidak langsung terkena sumber panas.

"Ini didapat dari panggangan gas dengan mematikan pembakar sehingga ada daerah panas dan dingin. Tapi jika menggunakan arang, api akan muncul di area tertentu. Sehingga bisa menempatkan makanan di atas api (langsung) atau di samping (tidak langsung)," ujar chef Gareth.

5. Memasak dengan panas tinggi dan cepat

Foto: iStock
Temperatur tinggi memerlukan waktu masak yang cepat. Jika memasak potongan daging, steak atau seafood sebaiknya menggunakan metode ini.

"Atur alat pemanggang ke suhu tinggi, sekitar 250 derajat Celcius. Biarkan barbecue memanas. Jika barbecue punya penutup, gunakan ini. Biarkan alat pemanggang tertutup selama proses barbecue, supaya matang merata," tutur chef Gareth.

Halaman 2 dari 6
(msa/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads